Langsung ke konten utama

Aku harus apa?

Apa yang harus aku lakukan ?

Sungguh kadang aku berharap suatu hari atau mungkin sekarang tiba-tiba kau mengucapkan salam perpisahan atau kalimat seperti “bahagialah tanpa aku”.
Maka mungkin aku akan sangat lega. Sungguh aku lebih berharap hal seperti ini yang kau lakukan.
Tak perlu dipikirkan bagaimana rasa sakitnya, aku sudah sangat mahir menghadapinya.
Tapi, entah kenapa kalimat seperti itu tidak pernah terlontar dari mulutmu.

Cukup bilang “pergilah” , “jangan pernah berharap bs hidup denganku” atau “aku sama sekali tidak menyayangimu”.
Ku rasa itu hal yang tidak sulit untuk dilakukan oleh lelaki sepertimu bukan?
Kejam lah kepadaku tanpa perlu ragu. Justru itu yang lebih aku butuhkan dibanding bertahan seperti ini tanpa satu alasan yang jelas.

Kenapa? Apa karna kasihan? tidak tega ? 
Aku tidak butuh rasa kasihan, tidak perlu begitu. Justru rasa kasihan itu mengubahmu menjadi harus pura - pura peduli. Padahal sejatinya tak ada sedikit pun rasa pedulimu kepada ku.
Tidak perlu membungkus fakta sebenarnya dengan alasan-alasan klasik , kalimat kalimat ambigu yang membuatku bingung harus pergi atau bertahan menunggumu.
Tidak perlu berkata “siapa tau kita berjodoh”. Jika seditkitpun tidak pernah kau berdoa dan meminta kepada Tuhanmu agar bisa berjodoh denganku.
Tidak perlu datang kepadaku dan membuatku berpikir seolah-olah aku adalah wanita yang paling engkau butuhkan dalam hidupmu.
Tidak perlu lagi menceritakan semua masa lalu mu, jika pada akhirnya aku juga akan menjadi bagian masa lalumu  dan bukan masa depanmu.

Kamu selalu bilang dan mengajariku untuk santai dalam menghadapi apapun termasuk menjalani hidup. Tapi, apa kamu tahu bahwa detak jam tidak menunggu apapun untuk berputar. Dan apakah tidak belajar dari pengalaman kemarin bahwa semua hal tidak bisa dianggap terlalu santai.
Jika ada hal yang bisa disegerakan, maka segerakan lah. Agar hal baik yang sebenarnya ingin datang, segera datang.
Walaupun berat dan mungkin harus menyakiti perasaan seseorang, maka lakukanlah. Mengucapkan selamat tinggal kepadaku, misalnya.

Aku sadar diri, aku jauh dari kata wanita sempurna. Tidak cantik, tidak kaya, dan belum baik pula agamanya.
Dalam sujudku tak pernah lagi aku berdoa meminta dijodohkan denganmu. Karna aku tau,kau tak   pernah berharap bisa hidup denganku.
Aku hanya meminta kepada Tuhanku, agar kita dijauhkan jika memang kita tidak berjodoh.
Tapi berkali- kali fakta yang terjadi,, semakin sering kita bertemu walaupun cukup jarang berkomunikasi jarak jauh.

Aku tidak tau apa itu jawaban doaku, atau malah salah satu bentuk cobaan yang datang kepadaku.
Aaah .. mungkin perasaanku saja. Aku lupa bahwa berkali - berkali pula faktanya kamu mendekati beberapa wanita lain. Yang kamu bilang “ingin kamu serius-in” entah serius dalam hal apa.
Terlalu sering ini terjadi. Faktanya aku biasa saja dan hanya tersenyum mendengarnya. 

Jika boleh meminta, satu permintaanku. Tolong usir aku dari hidupmu. Tolong bilang bahwa kamu tidak menyayangi bahkan menginginkanku.
Mungkin setelah ini, hal baik akan benar benar datang ke kehidupanmu atau kehidupanku. Jodoh misalnya.
Bisa saja selama ini jodohmu tertunda datang karna adanya aku, atau sebaliknya jodohku tertunda karna adanya kamu.

Aku mohon jika memang tidak ada kemungkinan kita untuk hidup bersama. Aku mohon usir aku dari hidupmu.
Biarkan aku benar-benar pergi membuang semua harapan tentang kamu.

Sebenarnya ingin ku berkata langsung kepadamu. Tapi bahkan sampai detik ini, tidak ada pembahasan apapun tentang hal ini keluar dari mulutmu.
Dan satu lagi, aku sungguh penasaran dan ingin tahu. Hal apa yang sebenarnya disimpan olehmu dari sejak pertama kita kenal ?


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keahlianmu dan Keahlianku.

Jika keahlianmu adalah membuat semua orang senang maka keahlianku disenangkan olehmu Jika keahlianmu adalah menyepelekan rasa peduli  maka keahlianku mempedulikanmu berkali kali Jika keahlianmu adalah meminta maaf maka keahlianku menjadi sebaik baiknya pemaaf Jika keahlianmu adalah meninggalkan maka keahlianku menetap Jika keahlianmu adalah meninggikan gengsi maka keahlianku menaklukan gengsi Jika keahlianmu adalah berbicara banyak maka keahlianku menutup mulut Jika keahlianmu adalah menggunakan logika maka keahlianku menggunakan hati Jika keahlianmu membuatku tertawa maka keahlianku selalu siap tertawa Jika keahlianmu adalah menolong orang  maka keahlianku meminta pertolongan Jika keahlianmu adalah memberi harapan maka keahlianku mendoakan harapan Jika keahlianmu adalah mengukir mimpi mimpi maka keahlianku mewujudkan mimpi mimpi Jika keahlianmu adalah bernyanyi maka keahlianku menikmati nyanyian Jika keahlianmu adalah pergi...

Permainan #NbcPalembang

Jam dinding kantor sudah menunjukan pukul 7 malam. Kantor sudah cukup sepi. Sepertinya hanya ada aku, beberapa staff dan cleaning service yang masih tinggal. Ini sudah 3 jam lebih melewati jadwal pulang kerja.  Sebenarnya hari ini tidak ada tugas atau deadline yang  harus kukerjakan. Hari ini aku hanya ingin tinggal di kantor lebih lama.  Duduk di ruang kerjaku menghadap kaca jendela yang membentangkan suasana kota Jakarta dengan kilauan lampu - lampu yang berasal dari gedung - gedung tinggi atau dari kendaraan yang ‘menumpuk’ di ruas jalan , itu cukup indah untuk dilihat dari posisi ruang kerjaku tapi lain cerita kalo aku yang menjadi salah satu dari kendaraan yang ‘menumpuk’ di bawah sana. Hari ini aku lelah tapi aku tak ingin cepat pulang ke rumah. Ponselku saja tak ku aktifkan.  Teman - teman kantor yang satu ruangan denganku sudah satu persatu pamit pulang. Ku sandarkan punggungku sambil kupejamkan mata. Mengingat apa yang terjadi kemarin mala...

#AprilNulis NBC Palembang. (Tema : LAGU)

Kan kuabaikan s'gala hasratku Agar kau pun tenang dengannya Ku pertaruhkan semua ragaku Demi dirimu bintang Sejak 15 menit yang lalu aku berada di tengah macetnya jalan ibukota, di temani obrolan dua penyiar radio dan putaran putaran playlist lagu sebagai senjata mereka untuk menghibur manusia manusia seperti ku yang sedang terjebak macet. Lagu yang sedang di putar sekarang milik band Anima berjudul Bintang. Lagu ini pernah aku nobatkan sebagai lagu kebangsaan yang artinya lagu favorit ku. Tapi,sayangnya aku lupa kapan terakhir kali aku mendengarnya. Mungkin 5 atau 6 tahun yang lalu. Biarkanku menggapaimu, memelukmu Memanjakanmu Tidurlah kau di pelukku, di pelukku Di pelukku Ku besarkan volume tape radio mobilku. Sambil bersenandung sendiri, aku ikuti suara sang vokalis walaupun sedikit kacau karna aku yang lupa lirik lagu nya. Tanpa ku sadari satu senyuman tersungging di bibir, seolah olah sedang menertawai diriku sendiri. Karna lagu ini membuat ingatanku berputar ...