Apa yang harus aku lakukan ?
Sungguh kadang aku berharap suatu hari atau mungkin sekarang tiba-tiba kau mengucapkan salam perpisahan atau kalimat seperti “bahagialah tanpa aku”.
Maka mungkin aku akan sangat lega. Sungguh aku lebih berharap hal seperti ini yang kau lakukan.
Tak perlu dipikirkan bagaimana rasa sakitnya, aku sudah sangat mahir menghadapinya.
Tapi, entah kenapa kalimat seperti itu tidak pernah terlontar dari mulutmu.
Cukup bilang “pergilah” , “jangan pernah berharap bs hidup denganku” atau “aku sama sekali tidak menyayangimu”.
Ku rasa itu hal yang tidak sulit untuk dilakukan oleh lelaki sepertimu bukan?
Kejam lah kepadaku tanpa perlu ragu. Justru itu yang lebih aku butuhkan dibanding bertahan seperti ini tanpa satu alasan yang jelas.
Kenapa? Apa karna kasihan? tidak tega ?
Aku tidak butuh rasa kasihan, tidak perlu begitu. Justru rasa kasihan itu mengubahmu menjadi harus pura - pura peduli. Padahal sejatinya tak ada sedikit pun rasa pedulimu kepada ku.
Tidak perlu membungkus fakta sebenarnya dengan alasan-alasan klasik , kalimat kalimat ambigu yang membuatku bingung harus pergi atau bertahan menunggumu.
Tidak perlu berkata “siapa tau kita berjodoh”. Jika seditkitpun tidak pernah kau berdoa dan meminta kepada Tuhanmu agar bisa berjodoh denganku.
Tidak perlu datang kepadaku dan membuatku berpikir seolah-olah aku adalah wanita yang paling engkau butuhkan dalam hidupmu.
Tidak perlu lagi menceritakan semua masa lalu mu, jika pada akhirnya aku juga akan menjadi bagian masa lalumu dan bukan masa depanmu.
Kamu selalu bilang dan mengajariku untuk santai dalam menghadapi apapun termasuk menjalani hidup. Tapi, apa kamu tahu bahwa detak jam tidak menunggu apapun untuk berputar. Dan apakah tidak belajar dari pengalaman kemarin bahwa semua hal tidak bisa dianggap terlalu santai.
Jika ada hal yang bisa disegerakan, maka segerakan lah. Agar hal baik yang sebenarnya ingin datang, segera datang.
Walaupun berat dan mungkin harus menyakiti perasaan seseorang, maka lakukanlah. Mengucapkan selamat tinggal kepadaku, misalnya.
Aku sadar diri, aku jauh dari kata wanita sempurna. Tidak cantik, tidak kaya, dan belum baik pula agamanya.
Dalam sujudku tak pernah lagi aku berdoa meminta dijodohkan denganmu. Karna aku tau,kau tak pernah berharap bisa hidup denganku.
Aku hanya meminta kepada Tuhanku, agar kita dijauhkan jika memang kita tidak berjodoh.
Tapi berkali- kali fakta yang terjadi,, semakin sering kita bertemu walaupun cukup jarang berkomunikasi jarak jauh.
Aku tidak tau apa itu jawaban doaku, atau malah salah satu bentuk cobaan yang datang kepadaku.
Aaah .. mungkin perasaanku saja. Aku lupa bahwa berkali - berkali pula faktanya kamu mendekati beberapa wanita lain. Yang kamu bilang “ingin kamu serius-in” entah serius dalam hal apa.
Terlalu sering ini terjadi. Faktanya aku biasa saja dan hanya tersenyum mendengarnya.
Jika boleh meminta, satu permintaanku. Tolong usir aku dari hidupmu. Tolong bilang bahwa kamu tidak menyayangi bahkan menginginkanku.
Mungkin setelah ini, hal baik akan benar benar datang ke kehidupanmu atau kehidupanku. Jodoh misalnya.
Bisa saja selama ini jodohmu tertunda datang karna adanya aku, atau sebaliknya jodohku tertunda karna adanya kamu.
Aku mohon jika memang tidak ada kemungkinan kita untuk hidup bersama. Aku mohon usir aku dari hidupmu.
Biarkan aku benar-benar pergi membuang semua harapan tentang kamu.
Sebenarnya ingin ku berkata langsung kepadamu. Tapi bahkan sampai detik ini, tidak ada pembahasan apapun tentang hal ini keluar dari mulutmu.
Dan satu lagi, aku sungguh penasaran dan ingin tahu. Hal apa yang sebenarnya disimpan olehmu dari sejak pertama kita kenal ?
Komentar
Posting Komentar