Dingin. Sesak. Sepi. Tak bersuara.
Tubuhku terasa dingin.
Ku buka perlahan kedua mataku.
Tubuhku terasa dingin.
Tapi dahi ku berpeluh. Nafasku tersengal sengal.
Aku memutar ingatanku. Mencoba berpikir apa yang terjadi.
Oh. Ternyata untuk kesekian kalinya kau masuk ke alam bawah sadarku.
Tiga hari terakhir ini bayanganmu yang tanpa permisi, mengusik tidurku.
Yang kuingat satu tahun terakhir ini aku tak pernah memikirkanmu apalagi merindukanmu.
Entahlah , dulu aku bersikeras untuk melupakanmu. Semua usaha aku lakukan, tapi hasilnya nihil.
Dan sekarang, seiring berjalannya waktu sedikit pun tak ada rasa rindu.
Mungkin semenjak rasa ikhlas dan kecewa telah menjadi satu, maka dari itu hati dan otakku pun berkerjasama untuk tak mengingatmu lagi.
Sekarang, aku bingung.
Apa arti dari mimpiku? Kenapa selalu ada kamu didalamnya? Kenapa kamu datang?
Hanya satu yang terbesit dipikiranku 'apa kamu sedang dalam keadaan tidak baik?' .
Inginku menyapamu sekedar memastikan. Tapi kuurungkan niatku.
Aku takut tanpa sengaja membuka pintu itu lagi. Pintu yang bahkan kuncinya entah dimana.
Mungkin usang, mungkin hilang.
Baru kali ini aku benar benar merasa hampa padamu.
Tak ada rasa hangat atau rindu seperti dulu.
Rasa sakitpun bahkan tak ada.
Butuh waktu hampir empat tahun untuk menjadi seperti ini, dan aku tak ingin merusaknya hanya karna mimpi buruk itu.
Harapanku semoga kamu baik baik saja.
Biarlah arti mimpi itu menjadi tanda tanya sendiri dihatiku.
Yang kuingat satu tahun terakhir ini aku tak pernah memikirkanmu apalagi merindukanmu.
Entahlah , dulu aku bersikeras untuk melupakanmu. Semua usaha aku lakukan, tapi hasilnya nihil.
Dan sekarang, seiring berjalannya waktu sedikit pun tak ada rasa rindu.
Mungkin semenjak rasa ikhlas dan kecewa telah menjadi satu, maka dari itu hati dan otakku pun berkerjasama untuk tak mengingatmu lagi.
Sekarang, aku bingung.
Apa arti dari mimpiku? Kenapa selalu ada kamu didalamnya? Kenapa kamu datang?
Hanya satu yang terbesit dipikiranku 'apa kamu sedang dalam keadaan tidak baik?' .
Inginku menyapamu sekedar memastikan. Tapi kuurungkan niatku.
Aku takut tanpa sengaja membuka pintu itu lagi. Pintu yang bahkan kuncinya entah dimana.
Mungkin usang, mungkin hilang.
Baru kali ini aku benar benar merasa hampa padamu.
Tak ada rasa hangat atau rindu seperti dulu.
Rasa sakitpun bahkan tak ada.
Butuh waktu hampir empat tahun untuk menjadi seperti ini, dan aku tak ingin merusaknya hanya karna mimpi buruk itu.
Harapanku semoga kamu baik baik saja.
Biarlah arti mimpi itu menjadi tanda tanya sendiri dihatiku.
Komentar
Posting Komentar