Judul review : "Tiga pria yang terkena kutukan?"
Film : 3 DARA (2015)
Produser : Affandi Abdul Rahman , Toha Essa
Produser : Affandi Abdul Rahman , Toha Essa
Produser kreatif : Lukman Sardi
Sutradara : Ardy Octaviand
Penulis Naskah : Natya Bagya
Sutradara : Ardy Octaviand
Penulis Naskah : Natya Bagya
Pemain (aktor/aktris) :
Adipati Dolken (Jay)
Tora Sudiro ( Afandi )
Tanta Ginting ( Richard )
Melayu Nicole ( Grace)
Rianti Cartwright (dr.Windy (Psikolog) )
Hengky Sulaiman ( dr. Hengky)
Ayushita (Mel)
Farali Khan ( Lola / Kasih)
Shara Virrisya ( Istri Afandi)
Tora Sudiro ( Afandi )
Tanta Ginting ( Richard )
Melayu Nicole ( Grace)
Rianti Cartwright (dr.Windy (Psikolog) )
Hengky Sulaiman ( dr. Hengky)
Ayushita (Mel)
Farali Khan ( Lola / Kasih)
Shara Virrisya ( Istri Afandi)
Melisa Karim (Ibu Kos)
Indra Wibowo ( Suami ibu kos)
Genre : Komedi
Produksi : MNC Pictures
Durasi : 86 menit
Tanggal Rilis : 23 September 2015
Produksi : MNC Pictures
Durasi : 86 menit
Tanggal Rilis : 23 September 2015
Pertengahan tahun 2015 ini, MNC Pictures menyajikan satu Film bergenre Komedi. Film 3 Dara yang di bintangi oleh Adipati dolken sebagai Jay, Tora Sudiro sebagai Afandi, dan Tanta Ginting sebagai Richard. Film ini menceritakan tentang persahabatan tiga pria sukses, tampan, macho tapi kurang menghargai sosok perempuan di hidup mereka.
Seperti Jay yang bersikap cuek kepada kekasihnya Grace di perankan oleh Melayu Nicole. Jay selalu menunda nunda menikahi Grace dengan berbagai alasan. Jay ber pendapat bahwa wanita itu egois dan suka menuntut status. Sedangkan Afandi seorang suami yang sukses tapi juga bertindak semau nya kepada istrinya yang di perankan oleh Shara Virrisya dan juga sangat cuek kepada semua karyawan perempuan di kantor nya. Yang terakhir Richard , anak orang kaya yang tidak pernah menghargai seorang perempuan. Berganti ganti pasangan sesuka nya.
Sampai pada suatu malam di sebuah bar, mereka bertiga (Jay, Richard, Afandi) menggoda seorang waitres bernama Mel yang memiliki suara unik di perankan oleh Ayushita. Akibat ulah mereka bertiga membuat Mel sakit hati, menangis dan tanpa sengaja mengutuk mereka bahwa suatu hari nanti mereka bertiga akan merasakan gimana rasa nya jadi perempuan dan rasanya di permalukan. Perkataan Mel hanya di sambut tawa tidak percaya oleh Jay, Richard dan Afandi.
Satu hari kemudian sejak malam di bar tu, perubahan di rasakan oleh mereka bertiga. Afandi yang menjadi feminim, lembut kepada istrinya dan bersikap hangat kepada karyawati di kantornya. Jay yang meng eksploitasi wanita berubah menjadi risih terhadap hal tersebut , ia bersifat lebih peduli kepada kekasihnya Grace sampai merasakan gejala PMS. Sedangkan, Richard yang menjadi sensitif jika pacar pacarnya tidak ada kabar , sedih dan marah karna di putusi oleh wanita wanita yang di pacarinya. Perubahan mereka tersebut mengundang tawa dari para penonton karna banyak kejadian lucu di dalam nya. Seperti saat kejadian di dalam mobil mereka bertiga bernyanyi kompak dengan gaya ke 'cewek cewek'an , atau saat Jay mengalami gejala PMS yang menjadi sangat sensitif layaknya seorang perempuan.
Akhirnya, hal tersebut membuat mereka bertiga mendatangi dr.Windy , seorang psikolog yang di perankan oleh Rianti Cartwright. Betapa terkejutnya mereka mendengar perkataan dr.Windy bahwa yang di alami mereka saat ini adalah proses berubah menjadi seorang wanita yang akan berujung dengan operasi kelamin. Merasa tidak percaya dengan perkataan dr Windy mereka bertiga berpikir sebab perubahan mereka sampai akhirnya ingat kutukan yg di berikan oleh Mel ,waitres di club malam waktu itu. Mereka bertiga pun berusaha mencari dimana Mel tinggal, sampai ada kejadian lucu dimana Jay dan Afandi di kejar kejar oleh bapak kos (Indra wibowo) dan warga kampung saat mereka mencari Mel yang kabarnya ngekos di daerah sana. Perjuangan mereka pun sia sia.
Dalam usaha mencari informasi tentang Mel, banyak perubahan yang di alami mereka. Seperti Jay yang sudah siap dan merencanakan pernikahan nya dengan Grace, Richard yang kursus yoga dan jatuh cinta kepada instrukturnya Lola yang di perankan oleh Farali Khan. Dan Afandi yang sedih karna istrinya yang salah paham. Sampai pada suatu hari mereka bertiga berhasil bertemu dengan Mel , setelah meminta maaf dan menceritakan semuanya. Ternyata perkataan Mel waktu itu bukan lah kutukan. Mel sama sekali tidak mengutuk mereka. Lalu kejadian perubahan mereka bertiga selama ini, itu hanya lah halusinasi mereka , sugesti terhadap rasa takut dan bersalah kepada Mel yang akhirnya mempengaruhi psikologis mereka.
Akhir dari cerita film ini, semua nya berakhir bahagia. Jay menikah dengan Grace. Afandi menjadi suami yang membuat istrinya merasa berharga dan Richard yang telah resmi berpacaran dengan Lola yang memiliki nama asli Kasih yang tidak lain adalah anak dari Afandi.
Film 3 DARA , di kemas dengan begitu ringan, konflik dan juga dialog yang mudah di terima oleh para penonton. Adegan adegan di film ini membuat para penonton tertawa meskipun pemain tidak melucu. Film ini memberi pesan untuk para pria bagaimana cara menghargai seorang wanita, mengetahui apa yang wanita mau dan cara memperlakukan wanita dengan baik. Sedangkan pesan yang bisa di ambil untuk wanita yaitu mengetahui pemikiran seorang pria itu seperti apa.
Kelebihan :
1. Mengandung unsur komedi yang ringan tapi tetap lucu di setiap adegan nya.
2. Permasalahan atau konflik yang mudah di terima dan di pahami.
3. Pemain yang bermain dengan porsi yang baik dan pas di peran masing masing.
4. Visual yang bagus dan menarik
1. Mengandung unsur komedi yang ringan tapi tetap lucu di setiap adegan nya.
2. Permasalahan atau konflik yang mudah di terima dan di pahami.
3. Pemain yang bermain dengan porsi yang baik dan pas di peran masing masing.
4. Visual yang bagus dan menarik
5. Dari segi promosi, MNC sangat baik. Mengadakan nobar dan juga Meet n Greet pemain di berbagai kota termasuk di luar pulau jawa. Sehingga film ini sampai sekarang masih tayang di beberapa bioskop di Indonesia dan sekarang menduduki peringkat 5 besar penonton terbanyak.
Kekurangan :
1. Para pemain kurang bersikap 'ngondek' seperti layaknya perempuan seperti yang di harapkan menonton , mengingat poster film dimana Adipati menggunakan heels tapi di film tidak ada adegan tersebut.
2. Sedikit tidak masuk akal mengenai kesalahpahaman terhadap 'kutukan' yang ternyata bukan 'kutukan' itu.
3. Durasi trailer film yang begitu singkat , tidak sampai 2 menit.
1. Para pemain kurang bersikap 'ngondek' seperti layaknya perempuan seperti yang di harapkan menonton , mengingat poster film dimana Adipati menggunakan heels tapi di film tidak ada adegan tersebut.
2. Sedikit tidak masuk akal mengenai kesalahpahaman terhadap 'kutukan' yang ternyata bukan 'kutukan' itu.
3. Durasi trailer film yang begitu singkat , tidak sampai 2 menit.
Komentar
Posting Komentar