Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2016

Perempuan Berkualitas?

Secangkir teh tawar hangat yang mulai mendingin tampak bisu di atas meja belajarku. Lampu kamar sudah kumatikan sejak tadi, hanya ada lampu di atas meja belajar saja yang masih menyala. Libur kali ini aku hanya diam di kamar seperti biasa, menghadap laptop sampai larut malam. Entah sudah berapa situs yang aku jelajahi seharian ini. Membaca artikel artikel terbaru dari penjuru dunia adalah aktivitas favoritku, membaca timeline sosial media, menonton video video menarik di youtube, browsing sana sini, dan aktivitas terakhir yang aku lakukan saat malam hari adalah menulis sesuatu di blog, seperti yang sedang aku lakukan saat ini.  Malam ini aku ingin sedikit membahas tentang "Perempuan Berkualitas". Jujur saja aku sangat sering mendengar kalimat 'jadilah wanita yang berkualitas, maka kamu juga akan mendapatkan seorang pria yang berkualitas'. Kalian pasti juga pernah mendengar kalimat tersebut. Tetapi menurutku, kalimat seperti ini terasa mengganjal seperti tidak...

Sesulit inikah jatuh hati?

Hampir empat tahun terakhir aku memilih menjalani hidup tanpa satu pria pun. Aku memilih untuk berstatus sendiri berbeda dengan kehidupan teman temanku. Aku memilih tidak berbagi hati kepada siapapun. Aku memilih menutup hati untuk sementara waktu. Menjalani kehidupan sehari hari bersama keluarga dan sahabat , menurutku lebih dari cukup. Sampai pada akhirnya, aku rasa bahwa aku harus keluar dari zona nyaman. Dan mulai mencari pria seperti apa yang akan aku beri hati.  Karna terlalu lelah jika harus jatuh kepada tipe tipe pria yang sama seperti sebelumnya. Seperti sebelumnya itu seperti apa ? Seperti pria yang penuh dengan bentuk perhatian (perhatian yang ternyata di umbar ke wanita manapun) Pria yang mudah menggunakan kata kata manis Pria yang mengaku berstatus sendiri padahal memiliki kekasih. Pria yang dengan mudahnya berkata cinta. Pria yang terlalu pandai berbicara (berlebihan). Pria yang terlalu show off, Begitulah  kira kira. Aku lelah ka...

Patah hati terhebat?

Bicara patah hati ? Aku bahkan lupa kapan terakhir kali aku merasakan patah hati. Sakitnya, sedihnya, marahnya, jatuhnya. Aku lupa. Tapi malam ini akan ku ingat, bagian yang paling menyakitkan tentang patah hati sepanjang perjalanan hidupku. Tepatnya 4 atau 5 tahun yang lalu. Cukup lama bukan? Makanya, maklum saja jika aku lupa. Awal cerita di mulai dari rasa percaya yang terlalu tinggi. Penyerahan hati dan jiwa mengatasnamakan cinta. Semua berawal dari sana. Seperti perlakuan manis seorang pria kepada wanita yang ia cinta setengah mati. Seperti raja kepada ratu. Pangeran kepada permaisuri. Romeo kepada Juliet. Sayangnya kisah yang aku alami ini bentuk pembodohan yang dilakukan seorang pria kepada wanita yang sama sekali tidak tahu bahwa ia sedang dibodohi. Atau malah mungkin tau tapi memilih tidak tahu. Aah, rumit sekali. Kita anggap saja pria itu bernama Lio. Pada saat itu pertemuan Lio dan aku bisa dibilang sering terjadi karna kami yang memang awalnya berteman (bukan teman ...