Langsung ke konten utama

Perempuan Berkualitas?

Secangkir teh tawar hangat yang mulai mendingin tampak bisu di atas meja belajarku. Lampu kamar sudah kumatikan sejak tadi, hanya ada lampu di atas meja belajar saja yang masih menyala. Libur kali ini aku hanya diam di kamar seperti biasa, menghadap laptop sampai larut malam. Entah sudah berapa situs yang aku jelajahi seharian ini. Membaca artikel artikel terbaru dari penjuru dunia adalah aktivitas favoritku, membaca timeline sosial media, menonton video video menarik di youtube, browsing sana sini, dan aktivitas terakhir yang aku lakukan saat malam hari adalah menulis sesuatu di blog, seperti yang sedang aku lakukan saat ini. 

Malam ini aku ingin sedikit membahas tentang "Perempuan Berkualitas". Jujur saja aku sangat sering mendengar kalimat 'jadilah wanita yang berkualitas, maka kamu juga akan mendapatkan seorang pria yang berkualitas'. Kalian pasti juga pernah mendengar kalimat tersebut.

Tetapi menurutku, kalimat seperti ini terasa mengganjal seperti tidak tuntas. Karena apa? Karna aku masih dibuat bertanya-tanya tentang batas atau pedoman apa yang digunakan sehingga bisa menilai dan memastikan bahwa seorang perempuan bisa dikatakan berkualitas atau tidak.
Apakah perempuan  yang berpendidikan tinggi ? Perempuan yang pandai memasak dan mengasuh ? Perempuan yang mengenakan pakaian tertutup? Perempuan yang hanya diam di rumah ?  Perempuan yang tidak pernah pergi  dengan teman laki - laki? Perempuan yang memiliki karir sukses? Atau perempuan yang bertalenta dan berwawasan ?
Perempuan yang seperti apa yang pantas disebut sebagai perempuan berkualitas?  Aku masih tidak mengerti batasan batasannya. 

Jadi aku hanya mengambil satu kesimpulan seperti ini,  menurutku berkulitas atau tidaknya seorang perempuan itu bersifat relatif. Tergantung dari sudut mana orang lain memandangnya. Karena penilaian dan pandangan dari setiap orang itu tidaklah sama. 
Kita sebagai perempuan hanya cukup memperbaiki diri kita sendiri, intropeksi, dan teruslah menjadi orang baik. Dengan begitu, orang lain atau pria di luar sana akan punya cara sendiri untuk bisa menilai kita berkualitas atau tidak.
Karna belum tentu perempuan yang berpendidikan tinggi punya kualitas diri yang baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku harus apa?

Apa yang harus aku lakukan ? Sungguh kadang aku berharap suatu hari atau mungkin sekarang tiba-tiba kau mengucapkan salam perpisahan atau kalimat seperti “bahagialah tanpa aku”. Maka mungkin aku akan sangat lega. Sungguh aku lebih berharap hal seperti ini yang kau lakukan. Tak perlu dipikirkan bagaimana rasa sakitnya, aku sudah sangat mahir menghadapinya. Tapi, entah kenapa kalimat seperti itu tidak pernah terlontar dari mulutmu. Cukup bilang “pergilah” , “jangan pernah berharap bs hidup denganku” atau “aku sama sekali tidak menyayangimu”. Ku rasa itu hal yang tidak sulit untuk dilakukan oleh lelaki sepertimu bukan? Kejam lah kepadaku tanpa perlu ragu. Justru itu yang lebih aku butuhkan dibanding bertahan seperti ini tanpa satu alasan yang jelas. Kenapa? Apa karna kasihan? tidak tega ?  Aku tidak butuh rasa kasihan, tidak perlu begitu. Justru rasa kasihan itu mengubahmu menjadi harus pura - pura peduli. Padahal sejatinya tak ada sedikit pun rasa pedulimu ke...

Resolusi 2016 ?

Hello 2016 ! Finally, tahun berganti lagi. Punya resolusi apa untuk tahun ini? Pasti semua orang punya banyak resolusi. How about me ? I don't have resolution for this year . Why ????? Because, life is life. Hidup adalah hidup. Tanpa resolusi pun hidup akan terus berjalan, waktu terus berputar dan tahun akan berganti lagi. Jalani apa yang ada. Hadapi semua yang akan terjadi. Target ? Keinginan ? Cukup di simpan di hati dan pikiran. Jangan di jadikan beban. Karna tidak semua rencana kita akan sama dengan rencana Tuhan. Cukup jalani hidup yang ada, dan tetap melakukan yang terbaik. Percayalah. Jika kita terus berusaha melakukan yang terbaik, hadiah terindah akan kita dapat tanpa terduga. Reward dari Tuhan itu lebih indah dari apapun. So, mulai sekarang aku akan berusaha lebih keras agar mimpi tak hanya menjadi mimpi. Life must go on !!!

Tanda Tanya ?

Dingin. Sesak. Sepi. Tak bersuara. Ku buka perlahan kedua mataku. Tubuhku terasa dingin. Tapi dahi ku berpeluh. Nafasku tersengal sengal. Aku memutar ingatanku. Mencoba berpikir apa yang terjadi. Oh. Ternyata untuk kesekian kalinya kau masuk ke alam bawah sadarku. Tiga hari terakhir ini bayanganmu yang tanpa permisi, mengusik tidurku. Yang kuingat satu tahun terakhir ini aku tak pernah memikirkanmu apalagi merindukanmu. Entahlah , dulu aku bersikeras untuk melupakanmu. Semua usaha aku lakukan, tapi hasilnya nihil. Dan sekarang, seiring berjalannya waktu sedikit pun tak ada rasa rindu. Mungkin semenjak rasa ikhlas dan kecewa telah menjadi satu, maka dari itu hati dan otakku pun berkerjasama untuk tak mengingatmu lagi. Sekarang, aku bingung. Apa arti dari mimpiku? Kenapa selalu ada kamu didalamnya? Kenapa kamu datang? Hanya satu yang terbesit dipikiranku 'apa kamu sedang dalam keadaan tidak baik? ' . Inginku menyapamu sekedar memastikan. Tapi kuurungkan...