Langsung ke konten utama

Awal ketulusan #Awal #NBCPalembang

Pagi ini kuamati setiap lekuk wajahmu.
Matamu yang sendu membentuk lingkaran hitam.

Kau tampak lelah sekali.
Tidurmu yang seakan tak sadarkan diri
Membuatku sadar bahwa perjuanganmu untukku tidak main main.

Kau adalah laki laki yang sempat aku ragukan.
Laki laki yang bahkan tak pernah ku sebut dalam doaku.
Laki laki yang tak pernah melintas didalam pikiranku.
Laki laki yang hampir kucaci maki.

Basah pipiku pagi ini.
Perih sekali mataku sampai ke hati.
Betapa jahatnya aku ini.

Entah hal apa yang membutakanku.
Sehingga dulu aku tak pernah bisa melihat ketulusanmu.

Tuhan yang begitu baik.
Tuhan yang tak pernah membuatmu menyerah.
Tuhan yang membuatmu begitu kuat.
Tuhan pula yang membuatmu berhasil membawa wanita bodoh ini ke gerbang pernikahan.

Sungguh ingin kutebus semua salahku padamu.
Sungguh ingin kubayar semua perlakuan burukku dulu.
Sungguh aku menyesalinya, sayangku.

Terimakasih suamiku.
Terimakasih untuk semua bentuk kesabaranmu.
Terimakasih untuk semua lelahmu.

Aku berjanji kuserahkan hidupku hanya untukmu.
Aku berjanji hari ini akan menjadi awal hidup kita yang baru.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keahlianmu dan Keahlianku.

Jika keahlianmu adalah membuat semua orang senang maka keahlianku disenangkan olehmu Jika keahlianmu adalah menyepelekan rasa peduli  maka keahlianku mempedulikanmu berkali kali Jika keahlianmu adalah meminta maaf maka keahlianku menjadi sebaik baiknya pemaaf Jika keahlianmu adalah meninggalkan maka keahlianku menetap Jika keahlianmu adalah meninggikan gengsi maka keahlianku menaklukan gengsi Jika keahlianmu adalah berbicara banyak maka keahlianku menutup mulut Jika keahlianmu adalah menggunakan logika maka keahlianku menggunakan hati Jika keahlianmu membuatku tertawa maka keahlianku selalu siap tertawa Jika keahlianmu adalah menolong orang  maka keahlianku meminta pertolongan Jika keahlianmu adalah memberi harapan maka keahlianku mendoakan harapan Jika keahlianmu adalah mengukir mimpi mimpi maka keahlianku mewujudkan mimpi mimpi Jika keahlianmu adalah bernyanyi maka keahlianku menikmati nyanyian Jika keahlianmu adalah pergi...

Permainan #NbcPalembang

Jam dinding kantor sudah menunjukan pukul 7 malam. Kantor sudah cukup sepi. Sepertinya hanya ada aku, beberapa staff dan cleaning service yang masih tinggal. Ini sudah 3 jam lebih melewati jadwal pulang kerja.  Sebenarnya hari ini tidak ada tugas atau deadline yang  harus kukerjakan. Hari ini aku hanya ingin tinggal di kantor lebih lama.  Duduk di ruang kerjaku menghadap kaca jendela yang membentangkan suasana kota Jakarta dengan kilauan lampu - lampu yang berasal dari gedung - gedung tinggi atau dari kendaraan yang ‘menumpuk’ di ruas jalan , itu cukup indah untuk dilihat dari posisi ruang kerjaku tapi lain cerita kalo aku yang menjadi salah satu dari kendaraan yang ‘menumpuk’ di bawah sana. Hari ini aku lelah tapi aku tak ingin cepat pulang ke rumah. Ponselku saja tak ku aktifkan.  Teman - teman kantor yang satu ruangan denganku sudah satu persatu pamit pulang. Ku sandarkan punggungku sambil kupejamkan mata. Mengingat apa yang terjadi kemarin mala...

#AprilNulis NBC Palembang. (Tema : LAGU)

Kan kuabaikan s'gala hasratku Agar kau pun tenang dengannya Ku pertaruhkan semua ragaku Demi dirimu bintang Sejak 15 menit yang lalu aku berada di tengah macetnya jalan ibukota, di temani obrolan dua penyiar radio dan putaran putaran playlist lagu sebagai senjata mereka untuk menghibur manusia manusia seperti ku yang sedang terjebak macet. Lagu yang sedang di putar sekarang milik band Anima berjudul Bintang. Lagu ini pernah aku nobatkan sebagai lagu kebangsaan yang artinya lagu favorit ku. Tapi,sayangnya aku lupa kapan terakhir kali aku mendengarnya. Mungkin 5 atau 6 tahun yang lalu. Biarkanku menggapaimu, memelukmu Memanjakanmu Tidurlah kau di pelukku, di pelukku Di pelukku Ku besarkan volume tape radio mobilku. Sambil bersenandung sendiri, aku ikuti suara sang vokalis walaupun sedikit kacau karna aku yang lupa lirik lagu nya. Tanpa ku sadari satu senyuman tersungging di bibir, seolah olah sedang menertawai diriku sendiri. Karna lagu ini membuat ingatanku berputar ...