Langsung ke konten utama

Patah hati terhebat?

Bicara patah hati ? Aku bahkan lupa kapan terakhir kali aku merasakan patah hati. Sakitnya, sedihnya, marahnya, jatuhnya. Aku lupa.
Tapi malam ini akan ku ingat, bagian yang paling menyakitkan tentang patah hati sepanjang perjalanan hidupku.

Tepatnya 4 atau 5 tahun yang lalu. Cukup lama bukan? Makanya, maklum saja jika aku lupa.
Awal cerita di mulai dari rasa percaya yang terlalu tinggi. Penyerahan hati dan jiwa mengatasnamakan cinta. Semua berawal dari sana.
Seperti perlakuan manis seorang pria kepada wanita yang ia cinta setengah mati. Seperti raja kepada ratu. Pangeran kepada permaisuri. Romeo kepada Juliet.
Sayangnya kisah yang aku alami ini bentuk pembodohan yang dilakukan seorang pria kepada wanita yang sama sekali tidak tahu bahwa ia sedang dibodohi. Atau malah mungkin tau tapi memilih tidak tahu. Aah, rumit sekali.

Kita anggap saja pria itu bernama Lio. Pada saat itu pertemuan Lio dan aku bisa dibilang sering terjadi karna kami yang memang awalnya berteman (bukan teman akrab). Saat itu aku tahu Lio sudah memiliki pacar, karna kami berteman di bbm dan akun twitter. Sedikit pun aku tidak tertarik untuk masuk ke kehidupan Lio.
Entah bagaimana ceritanya, berbulan bulan kami berteman yang awalnya untuk 'say hi' secara langsung atau di sosmed saja tidak pernah berubah menjadi intens karna Lio yang sering menyapa ku lewat bbm, twitter , sms atau bahkan secara langsung pada saat kami bertemu.
Ku pikir dia temanku, jadi ya kenapa aku harus bersikap cuek. Ku layani lah selayaknya teman. Tapi semua berubah karna  setiap hari Lio mengajak ku bertemu, mentraktirku makan dan menanyai kabarku secara rutin via chat bbm atau sms. Aku pun sedikit merasa risih , karna status Lio yang bukan jomblo. Sering ku singgung mengenai pacarnya, tapi dia hanya menjawab "hubungan kami sedang tidak baik, bisa di bilang sudah berakhir".
Dan Lio selalu menolak bahkan marah jika aku terus terusan mengajaknya membahas hubungan dia dan pacarnya.

Perhatian demi perhatian ia berikan. Bukan perhatian kecil tapi perhatian yang luar biasa. Lio membuatku seakan akan menjadi wanita yang sangat berharga di hidupnya.
Kembali ke fakta bahwa aku hanya wanita biasa yang bisa luluh dengan pria manapun. Membuat aku jatuh ke genggaman Lio.
Bodoh sekali jika aku mengingatnya sekarang. Saat itu aku bahkan tidak peduli dengan status Lio yang memiliki pacar, saat itu aku bahkan lupa telah menyakiti hati seorang wanita secara tidak langsung, saat itu aku bahkan buta dengan semua yang Lio berikan.

Banyak sekali yang menentang hubungan yang kami jalani diam diam , terutama sahabat sahabat yang mengetahui hubungan tidak sehat yang kami jalani ini.
Entahlah, saat itu yang aku tahu. Aku hanya ingin Lio, dan tidak satu pun orang bisa menentangnya. Aku lupakan semua fakta bahwa aku menajdi pacar simpanan.
Aku tutup telinga setiap kali mereka mencoba menasehatiku untuk berhenti.
Aku tutup mata saat Lio bermesraan dengan pacarnya di sosial media.
Aku buta dengan kata kata manis Lio, yang berjanji bahwa dia akan selalu memperjuangkan aku. Dia akan mempertahankan aku sampai waktunya tiba.

Oh iya aku lupa , bahwa pada bulan pertama kami menjalin hubungan aku sempat minta putus. Aku ingin berhenti dan menyerah sebelum mengayuh terlalu jauh. Tapi , yang terjadi Lio seperti pria yang ingin mati dan tidak bisa menerima keputusanku. Bayangkan saja , setiap pagi dia bahkan datang ke rumahku hanya untuk melihatku sebelum aku berangkat kuliah. Atau bahkan memaksaku untuk diantar nya berangkat ke kampus. Permohonan maaf yang tidak henti hentinya ia lakukan membuatku sedih. Bagaimana tidak? Hatiku ini masih tentang dia, dan aku harus menentangnya.
Sedangkan yang terjadi, Lio tidak bisa memilih aku atau bahkan pacarnya pada saat itu. Aku tidak bisa berbuat apa apa , karna pada akhirnya aku jatuh lagi ke genggaman Lio.
Berkali kali seperti itu, bukan hanya sekali aku mencoba pergi dan mengakhiri semuanya. Tapi berkali kali juga aku gagal. Jika mengingatnya sekarang aku cukup salut dengan dia yang selalu berhasil membawa wanita keras kepala sepertiku jatuh ke genggamannya lagi.
Sampai hubungan kami berjalan 6 bulan, pacarnya masih belum tau bahwa Lio memiliki hubungan denganku. Entah harus bersikap senang atau sedih. Aku bahkan malas memikirkannya.
Yaaa puncaknya terjadi sampai pada akhirnya Lio putus dengan pacarnya dan ternyata dia memiliki pacar lain lagi. Kalian mengerti?
Jadi selain berselingkuh dengan aku dari si A (pacar pertama Lio) , ternyata Lio juga punya si C dan anggap saja aku ini si B.
Ketika Lio putus dengan si A , faktanya dia bukan memilih aku melaikan memilih si C. Yang ternyata juga sudah lama ia pacari. Lama dalam hal ini, aku sama sekali tidak tau.
Hebat bukan? Kalian tau apa yang aku rasakan saat itu? Aku hampir hancur, aku benci se benci benci nya, bukan hanya kepada Lio melainkan aku membenci diriku sendiri karna bodohnya mempercaya pria seperti Lio.
Ini karma? Iya bisa jadi. Dan aku terima. Tapi aku tidak bisa menjelaskan rasa pahitnya pengkhianatan akan segala bentuk perjuangan yang aku berikan untuknya. Akhirnya aku merasakan apa yang dirasakan si A pacarnya Lio.
Inilah kisah Patah hati terhebat, kebodohan terhebat yang aku alami 4 tahun lalu. Aku doakan semoga kalian tidak menjadi wanita bodoh sepertiku dan doakan aku yang sekarang mencoba mencari tambatan hati yang baru hahaha pria cuek lebih menarik daripada pria berjuta perhatian 😊😊😊

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku harus apa?

Apa yang harus aku lakukan ? Sungguh kadang aku berharap suatu hari atau mungkin sekarang tiba-tiba kau mengucapkan salam perpisahan atau kalimat seperti “bahagialah tanpa aku”. Maka mungkin aku akan sangat lega. Sungguh aku lebih berharap hal seperti ini yang kau lakukan. Tak perlu dipikirkan bagaimana rasa sakitnya, aku sudah sangat mahir menghadapinya. Tapi, entah kenapa kalimat seperti itu tidak pernah terlontar dari mulutmu. Cukup bilang “pergilah” , “jangan pernah berharap bs hidup denganku” atau “aku sama sekali tidak menyayangimu”. Ku rasa itu hal yang tidak sulit untuk dilakukan oleh lelaki sepertimu bukan? Kejam lah kepadaku tanpa perlu ragu. Justru itu yang lebih aku butuhkan dibanding bertahan seperti ini tanpa satu alasan yang jelas. Kenapa? Apa karna kasihan? tidak tega ?  Aku tidak butuh rasa kasihan, tidak perlu begitu. Justru rasa kasihan itu mengubahmu menjadi harus pura - pura peduli. Padahal sejatinya tak ada sedikit pun rasa pedulimu ke...

Resolusi 2016 ?

Hello 2016 ! Finally, tahun berganti lagi. Punya resolusi apa untuk tahun ini? Pasti semua orang punya banyak resolusi. How about me ? I don't have resolution for this year . Why ????? Because, life is life. Hidup adalah hidup. Tanpa resolusi pun hidup akan terus berjalan, waktu terus berputar dan tahun akan berganti lagi. Jalani apa yang ada. Hadapi semua yang akan terjadi. Target ? Keinginan ? Cukup di simpan di hati dan pikiran. Jangan di jadikan beban. Karna tidak semua rencana kita akan sama dengan rencana Tuhan. Cukup jalani hidup yang ada, dan tetap melakukan yang terbaik. Percayalah. Jika kita terus berusaha melakukan yang terbaik, hadiah terindah akan kita dapat tanpa terduga. Reward dari Tuhan itu lebih indah dari apapun. So, mulai sekarang aku akan berusaha lebih keras agar mimpi tak hanya menjadi mimpi. Life must go on !!!

Tanda Tanya ?

Dingin. Sesak. Sepi. Tak bersuara. Ku buka perlahan kedua mataku. Tubuhku terasa dingin. Tapi dahi ku berpeluh. Nafasku tersengal sengal. Aku memutar ingatanku. Mencoba berpikir apa yang terjadi. Oh. Ternyata untuk kesekian kalinya kau masuk ke alam bawah sadarku. Tiga hari terakhir ini bayanganmu yang tanpa permisi, mengusik tidurku. Yang kuingat satu tahun terakhir ini aku tak pernah memikirkanmu apalagi merindukanmu. Entahlah , dulu aku bersikeras untuk melupakanmu. Semua usaha aku lakukan, tapi hasilnya nihil. Dan sekarang, seiring berjalannya waktu sedikit pun tak ada rasa rindu. Mungkin semenjak rasa ikhlas dan kecewa telah menjadi satu, maka dari itu hati dan otakku pun berkerjasama untuk tak mengingatmu lagi. Sekarang, aku bingung. Apa arti dari mimpiku? Kenapa selalu ada kamu didalamnya? Kenapa kamu datang? Hanya satu yang terbesit dipikiranku 'apa kamu sedang dalam keadaan tidak baik? ' . Inginku menyapamu sekedar memastikan. Tapi kuurungkan...