Langsung ke konten utama

Perihal Menikah

Menikah. Satu kata berjuta makna kah?

Bila kita ketik kata "Menikah" di kolom pencarian mbah google, maka akan banyak sekali artikel atau web yang muncul dengan berbagai tulisan  mengenai kata 'menikah tersebut". Dimulai dari tips persiapan menikah, usia ideal menikah, tipe wanita/pria yang pantas dijadikan pasangan hidup, menikah menurut A,B,C, dan banyak lagi berbagai artikel yang entah itu bermanfaat atau tidak tergantung sudut pandang orang yang membacanya.

Jadi , menurut saya Menikah adalah awal dari kehidupan kita yang sesungguhnya. Kehidupan yang dijalani bersama orang lain bukan ayah, ibu, kakak atau adik. Tapi hidup bersama orang asing yang akan kita temuia setiap hari, setiap mau tidur dan setiap bangun tidur. Seorang laki-laki atau perempuan yang telah sah menjadi suami/istri kita. 
Kehidupan yang akan dibina bersama 'orang asing' ini tidak berlangsung selama 1 atau 2 hari saja melainkan selamanya (harapan setiap orang menikah). Dimana dalam menjalaninya pasti begitu banyak sekali hal-hal baru yang akan ditemukan. Entah itu hal yang membuat kita tersenyum bahagia atau menangis bersama. 

Yang akan saya bahas disini bukan bagaimana keadaan setelah menikah, karna saya sendiri yang sedang menulis tulisan ini belum menikah. Hahaha 
Yaaa perihal menikah ? Ada yang bilang menikah itu gampang, ada jg yang berpendapat menikah itu tidak sesederhana itu. Lantas , yang lebih benar yang mana ?

Menurut sudut pandang laki-laki jaman sekarang, menikahi seorang perempuan itu butuh 'dana' yang 'lumayan'. Mereka harus menabung pundi pundi rupiah yang jumlahnya tidak sedikit. Mereka merasa bahwa semua beban untuk pesta pernikahan dan kehidupan setelah menikah tertimpa di pundak mereka semua. Jadi, hanya laki-laki yang mapan, kaya, dan berpenghasilan besarlah yang mampu menikahi seorang perempuan. Ibaratnya "Kalo belum punya tabungan banyak, kalo belum punya penghasilan tetap, jangan bermimpi bisa menikah dalam waktu dekat"
Eeeh... btw kalo semua laki-laki mikirnya gitu, gimana nasib kita kaum perempuan ya? Hahaha :(

Nah, kalo menurut perempuan yang langsung saja diwakilkan oleh saya. 
Jadi, Persiapan menikah itu bukan hanya menjadi kewajiban satu pihak. Melainkan menjadi kewajiban kedua pihak, yakni kedua calon mempelai.
Nah , seperti penjelasan diatas bahwa kebanyakan laki-laki belum menikah karna takut akan tuntutan dana yang diminta oleh orang tua atau keluarga perempuan. Cemen sih, udah bilang takut padahal belum nyoba buat ngomong. hahaha 
Oke, jadi disini saya pribadi menekankan bahwa MAHAR pernikahan lah yang wajib menjadi tanggungan pihak laki-laki. Hanya MAHAR. Itu menurut saya.
Setelah mahar, dana apalagi yang harus dikeluarkan?  jawabannya banyak, tapi itu tidak menjadi kewajiban pihak laki-laki seorang diri. 
Jadi begini, jika diberi pertanyaan ; perempuan mana yang tidak mau pesta pernikahan besar dan mewah? Jangan munafik ! Pasti sudah menjadi impian semua wanita melaksanakan pesta pernikahan dengan konsep yang selama ini ada di angan-angan mereka. 
Tapi, apa mungkin itu bisa tanpa biaya yg besar dr pihak laki-laki ? BISA.
Caranya? Menabung bersama. Itulah mengapa saya selau menanamkan pemikiran bahwa perempuan harus memiliki penghasilan dalam hidupnya, entah itu kecil atau besar.

Jadi, jika kita sudah memilili calon pasangan yang mungkin kelak akan kita jadikan suami/istri. Berkomitmen lah mulai detik ini. Menabung lah mulai sekarang. Sisakan gaji perbulan kalian dalam 1 rekening. Contoh , misal gaji laki laki lebih besar dibandingkan gaji perempuan maka laki laki diusahakan menyisihkan uang lebih banyak ke tabungan bersama mereka. Misal, laki laki menyisihkan 2 juta rupiah setiap bulannya , sdgkan si perempuan menyisihkan 1 juta. Jadi dalam satu bulan sudah tertabung 3 juta. Dikalikan saja misal target menabung atau menikah 1 tahun kedepan. Anggaplah dikalikan 10bulan. Totalnya sudah 30juta bukan? cukup banyak untuk persiapan menikah. Itu belum termausk jika nanti selama proses menabung, Allah memberi rejeki2 lain diluar gaji.

Itu hanya contoh saja. Untuk nominal nya disesuaikan dengan diri masing masing.
Jadi , kenapa saya memberi contoh diatas ? Tujuan nya supaya laki laki tidak lagi berpikir kalau biaya pernikahan menjadi beban mereka 100%.
Ini pemikiran pribadi saya. Karna menurut saya, kehidupan setelah menikah itu akan dijalani berdua bukan sendiri. Jadi, biaya pernikahan dan sebagainya juga harus ditanggung berdua dong.

Rasanya masih banyak lagi yang ingin ditulis dan diutarakan, tapi nanti aja deh dibikin part 2 nya. Karna kalo kebanyakan mikir, tulisan ini nggak di share share hahaha. Bantu doa jg ya teman teman semoga saya cepat menemukan calon suami yg mau diajak nabung bersama. Dan saya doakan jg bagi kalian yg membaca tulisan ini dan masih berstatus sendiri semoga segera menikah. Aamiin







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resolusi 2016 ?

Hello 2016 ! Finally, tahun berganti lagi. Punya resolusi apa untuk tahun ini? Pasti semua orang punya banyak resolusi. How about me ? I don't have resolution for this year . Why ????? Because, life is life. Hidup adalah hidup. Tanpa resolusi pun hidup akan terus berjalan, waktu terus berputar dan tahun akan berganti lagi. Jalani apa yang ada. Hadapi semua yang akan terjadi. Target ? Keinginan ? Cukup di simpan di hati dan pikiran. Jangan di jadikan beban. Karna tidak semua rencana kita akan sama dengan rencana Tuhan. Cukup jalani hidup yang ada, dan tetap melakukan yang terbaik. Percayalah. Jika kita terus berusaha melakukan yang terbaik, hadiah terindah akan kita dapat tanpa terduga. Reward dari Tuhan itu lebih indah dari apapun. So, mulai sekarang aku akan berusaha lebih keras agar mimpi tak hanya menjadi mimpi. Life must go on !!!

Tumpukan Surat #AprilNulis @NBCPalembang

Sore itu hujan turun begitu merdu, bernada indah, tanpa gemuruh petir. Suara rintiknya yang menyentuh atap rumah terasa nyaman di telinga. Seperti biasa , sore itu sepulang beraktivitas di kantor aku menghabiskan waktu di kamarku. Jika sedang tidak ada tugas kantor aku hanya menonton drama korea, membaca tumpukan novel, menscroll timeline twitter dan menulis surat. "Kamu nulis surat? Untuk apa dan untuk siapa?" "Menulis surat di jaman sekarang, menurutku itu hal yang langka" "Atau menulis surat salah satu hobi mu selain membaca novel dan menonton drama?" "Kamu ini ada ada saja seperti kurang kerjaan" Ya begitulah komentar dari beberapa temanku yang mengetahui aktivitas rutinku itu. Menulis surat. Memang terdengar aneh, unik, atau langka? Entahlah, aku tidak terlalu peduli. Karna aktivitas menulis surat ini sudah aku lakukan semenjak duduk di bangku Kuliah, tepatnya saat aku semester 4 atau lebih tepat lagi saat aku genap berusia 20 tahun....

Awal ketulusan #Awal #NBCPalembang

Pagi ini kuamati setiap lekuk wajahmu. Matamu yang sendu membentuk lingkaran hitam. Kau tampak lelah sekali. Tidurmu yang seakan tak sadarkan diri Membuatku sadar bahwa perjuanganmu untukku tidak main main. Kau adalah laki laki yang sempat aku ragukan. Laki laki yang bahkan tak pernah ku sebut dalam doaku. Laki laki yang tak pernah melintas didalam pikiranku. Laki laki yang hampir kucaci maki. Basah pipiku pagi ini. Perih sekali mataku sampai ke hati. Betapa jahatnya aku ini. Entah hal apa yang membutakanku. Sehingga dulu aku tak pernah bisa melihat ketulusanmu. Tuhan yang begitu baik. Tuhan yang tak pernah membuatmu menyerah. Tuhan yang membuatmu begitu kuat. Tuhan pula yang membuatmu berhasil membawa wanita bodoh ini ke gerbang pernikahan. Sungguh ingin kutebus semua salahku padamu. Sungguh ingin kubayar semua perlakuan burukku dulu. Sungguh aku menyesalinya, sayangku. Terimakasih suamiku. Terimakasih untuk semua bentuk kesabaranmu. Terimakasih untuk sem...