Langsung ke konten utama

Permainan #NbcPalembang

Jam dinding kantor sudah menunjukan pukul 7 malam.
Kantor sudah cukup sepi. Sepertinya hanya ada aku, beberapa staff dan cleaning service yang masih tinggal. Ini sudah 3 jam lebih melewati jadwal pulang kerja. 

Sebenarnya hari ini tidak ada tugas atau deadline yang  harus kukerjakan. Hari ini aku hanya ingin tinggal di kantor lebih lama. 
Duduk di ruang kerjaku menghadap kaca jendela yang membentangkan suasana kota Jakarta dengan kilauan lampu - lampu yang berasal dari gedung - gedung tinggi atau dari kendaraan yang ‘menumpuk’ di ruas jalan , itu cukup indah untuk dilihat dari posisi ruang kerjaku tapi lain cerita kalo aku yang menjadi salah satu dari kendaraan yang ‘menumpuk’ di bawah sana.

Hari ini aku lelah tapi aku tak ingin cepat pulang ke rumah. Ponselku saja tak ku aktifkan. 
Teman - teman kantor yang satu ruangan denganku sudah satu persatu pamit pulang.

Ku sandarkan punggungku sambil kupejamkan mata. Mengingat apa yang terjadi kemarin malam. 
Mengingat detail semua percakapan kita.
Mengingat bahasa tubuh dan tatapan matamu.
Mengingat semua kalimat yang keluar dari mulutku. Aku hanya berharap, tak ada kata penyesalan esok hari. Walaupun kenyataannya dada ku sesak mengingatnya. Keputusanku untuk berhenti dari permainan ini , kuharap itu yang terbaik.

Dari awal aku sadar, kita sadar. Hubungan ini salah, dan dosa terbesar. Tak seharusnya kita memulai semuanya. Menghalalkan segala cara untuk bertemu, menghalalkan semua bentuk perhatian, menghalalkan keegoisan kita untuk menjalin hubungan.

Aku mencintaimu memang tanpa rencana dan tanpa alasan, kau pun begitu. Semua terjadi begitu saja diluar kendali kita berdua.

Membohongi wanitamu dan lelakiku, menjadi hal lumrah yang kita lakukan. Menyembunyikan segala bentuk kasih sayang ini dari orang lain. Menyembunyikan hubungan ini dari siapapun.
Kita pandai sekali melakukan semua bentuk dan tata cara permainan ini. Semakin lama semakin mahir kita melakukannya. Kita menikmati setiap detik yang kita punya, bahkan kita sudah tak peduli rasa sakit ketika aku bersamanya atau kau sedang bersama dia.
Kita sama sekali tak peduli. Yang kita tau, kita saling mencintai.

Permainan ini berlangsung berbulan bulan. Semakin hari kau dan aku semakin terlena untuk tetap bersama. 
Semakin hari kau dan aku semakin yakin bahwa kita tak ingin saling melepas.
Tapi semakin hari aku , hanya aku yang merasa berdosa. Berdosa atas semua tingkah lakuku. 
Aku yang tak pandai menghianati siapapun , sekarang menjadi penghianat kelas kakap.
Sungguh aku mencintaimu, tapi aku tak ingin menghianati siapapun.
Aku bahkan tak peduli dengan rasa sakitku, tapi entahlah rasa sakit dia membuatku merasa berdosa.

Dan akhirnya ku bulatkan keputusanku kemarin malam. Kuputuskan semua tentang kau dan aku harus berhenti sampai disini.
Entah apa jadinya hidupku tanpamu. Tapi, aku tak bisa bernaung di dua hati. Kau pun begitu.
Kita manusia manusia berpendidikan, dilahirkan dengan hati yang bersih , dan berasal dari keluarga yang saling menghargai.
Tak nyaman rasanya ketika sengaja melakukan kesalahan yang bisa menyakiti hati orang lain. 

Kubiarkan hatiku saja yang sakit. Kali ini aku relakan dirimu dan semua kenangan tentang kita. Permainan ini harus berakhir.
Jalani saja takdir kita masing masing.
Kita memang ditakdirkan saling mencintai tapi tidak untuk saling memiliki.

Ku mohon maafkan aku. Aku yang menyerah lebih dulu.









Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku harus apa?

Apa yang harus aku lakukan ? Sungguh kadang aku berharap suatu hari atau mungkin sekarang tiba-tiba kau mengucapkan salam perpisahan atau kalimat seperti “bahagialah tanpa aku”. Maka mungkin aku akan sangat lega. Sungguh aku lebih berharap hal seperti ini yang kau lakukan. Tak perlu dipikirkan bagaimana rasa sakitnya, aku sudah sangat mahir menghadapinya. Tapi, entah kenapa kalimat seperti itu tidak pernah terlontar dari mulutmu. Cukup bilang “pergilah” , “jangan pernah berharap bs hidup denganku” atau “aku sama sekali tidak menyayangimu”. Ku rasa itu hal yang tidak sulit untuk dilakukan oleh lelaki sepertimu bukan? Kejam lah kepadaku tanpa perlu ragu. Justru itu yang lebih aku butuhkan dibanding bertahan seperti ini tanpa satu alasan yang jelas. Kenapa? Apa karna kasihan? tidak tega ?  Aku tidak butuh rasa kasihan, tidak perlu begitu. Justru rasa kasihan itu mengubahmu menjadi harus pura - pura peduli. Padahal sejatinya tak ada sedikit pun rasa pedulimu ke...

Resolusi 2016 ?

Hello 2016 ! Finally, tahun berganti lagi. Punya resolusi apa untuk tahun ini? Pasti semua orang punya banyak resolusi. How about me ? I don't have resolution for this year . Why ????? Because, life is life. Hidup adalah hidup. Tanpa resolusi pun hidup akan terus berjalan, waktu terus berputar dan tahun akan berganti lagi. Jalani apa yang ada. Hadapi semua yang akan terjadi. Target ? Keinginan ? Cukup di simpan di hati dan pikiran. Jangan di jadikan beban. Karna tidak semua rencana kita akan sama dengan rencana Tuhan. Cukup jalani hidup yang ada, dan tetap melakukan yang terbaik. Percayalah. Jika kita terus berusaha melakukan yang terbaik, hadiah terindah akan kita dapat tanpa terduga. Reward dari Tuhan itu lebih indah dari apapun. So, mulai sekarang aku akan berusaha lebih keras agar mimpi tak hanya menjadi mimpi. Life must go on !!!

Tanda Tanya ?

Dingin. Sesak. Sepi. Tak bersuara. Ku buka perlahan kedua mataku. Tubuhku terasa dingin. Tapi dahi ku berpeluh. Nafasku tersengal sengal. Aku memutar ingatanku. Mencoba berpikir apa yang terjadi. Oh. Ternyata untuk kesekian kalinya kau masuk ke alam bawah sadarku. Tiga hari terakhir ini bayanganmu yang tanpa permisi, mengusik tidurku. Yang kuingat satu tahun terakhir ini aku tak pernah memikirkanmu apalagi merindukanmu. Entahlah , dulu aku bersikeras untuk melupakanmu. Semua usaha aku lakukan, tapi hasilnya nihil. Dan sekarang, seiring berjalannya waktu sedikit pun tak ada rasa rindu. Mungkin semenjak rasa ikhlas dan kecewa telah menjadi satu, maka dari itu hati dan otakku pun berkerjasama untuk tak mengingatmu lagi. Sekarang, aku bingung. Apa arti dari mimpiku? Kenapa selalu ada kamu didalamnya? Kenapa kamu datang? Hanya satu yang terbesit dipikiranku 'apa kamu sedang dalam keadaan tidak baik? ' . Inginku menyapamu sekedar memastikan. Tapi kuurungkan...