Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2016

Tumpukan Surat #AprilNulis @NBCPalembang

Sore itu hujan turun begitu merdu, bernada indah, tanpa gemuruh petir. Suara rintiknya yang menyentuh atap rumah terasa nyaman di telinga. Seperti biasa , sore itu sepulang beraktivitas di kantor aku menghabiskan waktu di kamarku. Jika sedang tidak ada tugas kantor aku hanya menonton drama korea, membaca tumpukan novel, menscroll timeline twitter dan menulis surat. "Kamu nulis surat? Untuk apa dan untuk siapa?" "Menulis surat di jaman sekarang, menurutku itu hal yang langka" "Atau menulis surat salah satu hobi mu selain membaca novel dan menonton drama?" "Kamu ini ada ada saja seperti kurang kerjaan" Ya begitulah komentar dari beberapa temanku yang mengetahui aktivitas rutinku itu. Menulis surat. Memang terdengar aneh, unik, atau langka? Entahlah, aku tidak terlalu peduli. Karna aktivitas menulis surat ini sudah aku lakukan semenjak duduk di bangku Kuliah, tepatnya saat aku semester 4 atau lebih tepat lagi saat aku genap berusia 20 tahun....

#AprilNulis - Perempuan Berkualitas ?

Sore ini cuaca mendung dan dingin seperti biasa. Matahari tampak nyaman bersembunyi di balik awan gelap. Hujan juga masih malu malu untuk turun, se cangkir teh hangat yang aku bawa mulai mendingin.  Suasana seperti ini, selalu saja jadi suasana favorit ku.  Tiba tiba saja  aku teringat perkataan seorang sahabat yang pernah berkata padaku bahwa "jadilah perempuan yang berkualitas, maka kamu akan mendapatkan pasangan yang juga berkualitas". Berkualitas ? Sebenarnya seperti apa perempuan yang berkualitas itu? Apa perempuan yang sudah bisa punya penghasilan sendiri bisa di sebut berkualitas? Atau perempuan yang diam di rumah, tidak pernah keluar malam, keluar rumah hanya bersama teman teman perempuan nya? Atau berkualitas itu perempuan yang rajin mengikuti seminar, pelatihan, pengajian ? Atau perempuan yang masih sibuk di bangku kuliah mengejar semua gelar ? Aaah.. Entahlah.  Berjuta pertanyaan berputar di kepalaku. Dari dulu aku tak mengerti seperti apa p...

Hadiah Papa . #AprilMenulis NBC Palembang

#AprilMenulis - Hadiah Sudah tiga tahun ini aku tidak pernah menerima hadiah semenjak perginya Papa ke surga.  Sejak kecil Papa selalu saja memanjakanku dengan hadiah hadiah kecil yang ia bawa sepulang kerja. Entah itu hadiah ulang tahun , hadiah kenaikan kelas, atau bahkan hadiah karna aku berhasil berpuasa di bulan Ramadhan.  Hadiah yang ku dapat juga bukan hadiah mewah. Bukan barang mahal atau ber merek. Kadang hanya sebuah sticker kartun lucu favorit ku. Atau hanya es krim kesukaanku. Tapi papa selalu punya cara untuk membuatku merasa senang dengan hadiah hadiah kecil pemberiannya. Malam ini, aku teringat bahwa dulu kami pernah saling berjanji.   Aku berjanji akan lulus kuliah di waktu yang tepat dengan nilai yang sangat memuaskan adalah hadiah terbaik yang akan aku berikan ke papa saat papa datang ke wisuda ku.  Dan papa juga berjanji, bahwa papa akan jadi pria tertampan yang akan menemani aku saat naik ke pelataran megah di hari pernikahanku. ...

#AprilNulis NBC Palembang. (Tema : LAGU)

Kan kuabaikan s'gala hasratku Agar kau pun tenang dengannya Ku pertaruhkan semua ragaku Demi dirimu bintang Sejak 15 menit yang lalu aku berada di tengah macetnya jalan ibukota, di temani obrolan dua penyiar radio dan putaran putaran playlist lagu sebagai senjata mereka untuk menghibur manusia manusia seperti ku yang sedang terjebak macet. Lagu yang sedang di putar sekarang milik band Anima berjudul Bintang. Lagu ini pernah aku nobatkan sebagai lagu kebangsaan yang artinya lagu favorit ku. Tapi,sayangnya aku lupa kapan terakhir kali aku mendengarnya. Mungkin 5 atau 6 tahun yang lalu. Biarkanku menggapaimu, memelukmu Memanjakanmu Tidurlah kau di pelukku, di pelukku Di pelukku Ku besarkan volume tape radio mobilku. Sambil bersenandung sendiri, aku ikuti suara sang vokalis walaupun sedikit kacau karna aku yang lupa lirik lagu nya. Tanpa ku sadari satu senyuman tersungging di bibir, seolah olah sedang menertawai diriku sendiri. Karna lagu ini membuat ingatanku berputar ...