Kan kuabaikan s'gala hasratku
Agar kau pun tenang dengannya
Ku pertaruhkan semua ragaku
Demi dirimu bintang
Sejak 15 menit yang lalu aku berada di tengah macetnya jalan ibukota, di temani obrolan dua penyiar radio dan putaran putaran playlist lagu sebagai senjata mereka untuk menghibur manusia manusia seperti ku yang sedang terjebak macet. Lagu yang sedang di putar sekarang milik band Anima berjudul Bintang. Lagu ini pernah aku nobatkan sebagai lagu kebangsaan yang artinya lagu favorit ku. Tapi,sayangnya aku lupa kapan terakhir kali aku mendengarnya. Mungkin 5 atau 6 tahun yang lalu.
Biarkanku menggapaimu, memelukmu
Memanjakanmu
Tidurlah kau di pelukku, di pelukku
Di pelukku
Ku besarkan volume tape radio mobilku. Sambil bersenandung sendiri, aku ikuti suara sang vokalis walaupun sedikit kacau karna aku yang lupa lirik lagu nya. Tanpa ku sadari satu senyuman tersungging di bibir, seolah olah sedang menertawai diriku sendiri. Karna lagu ini membuat ingatanku berputar seperti mesin waktu yang membawaku kembali ke masa SMP. Masa dimana band Ungu, Radja dan Peterpan bersaing di atas daun. Masa dimana tukar menukar kertas bermotif gambar gambar lucu di gandrungi remaja putri. Masa dimana handphone nokia 6600 merajalela. Lagi lagi aku tersenyum sendiri mengingatnya.
Yang aku ingat karna lagu ini lah aku jatuh hati padanya. Jatuh hati pada masa itu mungkin beda dengan masa sekarang. Dulu aku belum mengerti sakit nya cinta tanpa balas atau arti dari cinta bertepuk sebelah tangan. Yang aku tau , aku merasa senang ketika dia datang ke sekolah dan aku akan seharian murung jika dia tidak masuk sekolah. Sesederhana itu.
Suara klackson kendaraan di depan, samping dan belakang tak lagi ku hiraukan. Lagu ini benar benar membuatku ber nostalgia. Cinta cintaan pada masa SMP lebih menyenangkan dibanding masa sekarang. Aku jadi rindu masa itu, aku juga rindu dia. Dia yang duduk di bangku urutan belakang sudut kelasku . Dia yang sering menyanyikan lagi ini bersama gitar tunggalnya. Dia yang sering aku lirik diam diam dan dia yang selalu saja aku ceritakan di setiap lembar buku diary ku. Apa kabar dia sekarang? Apakah dia masih mengenalku bila nanti tidak sengaja bertemu atau berpapasan di jalan? Entahlah. Karna kurang lebih sudah 8 tahun sejak aku dan dia lulus SMP , sejak itu juga kami tidak bertemu. Sudah sangat lama sekali sampai aku lupa kenapa aku dulu bisa begitu suka dengannya.
Tiba tiba suara handphone menyadarkan ku karna berdering menandakan satu pesan masuk. Ku buka dengan menggunakan tangan kiri. Ternyata pesan dari tunanganku yang isi nya mengingatku untuk tidak lupa makan dan istirahat. Akhir akhir ini aku memang terlalu sibuk sampai pernah jatuh sakit karna lupa makan. Mungkin lelah karna pekerjaan dan sibuknya aku menyiapkan pernikahan lah penyebab aku lupa waktu. Aku tersenyum membaca pesan dari nya dan seketika merasa beruntung karna sebentar lagi aku akan di persunting oleh pria yang aku cintai dan mencintaiku.
Di akhir lagu , aku hanya bisa berdoa agar dia baik baik saja. Dia yang pernah menjadi cinta monyet ku pada masa SMP. Dia yang sampai sekarang tidak tahu bahwa aku pernah menaruh hati pada nya. Harapanku semoga dia bahagia. Seperti aku yang sekarang sangat bahagia.
Agar kau pun tenang dengannya
Ku pertaruhkan semua ragaku
Demi dirimu bintang
Sejak 15 menit yang lalu aku berada di tengah macetnya jalan ibukota, di temani obrolan dua penyiar radio dan putaran putaran playlist lagu sebagai senjata mereka untuk menghibur manusia manusia seperti ku yang sedang terjebak macet. Lagu yang sedang di putar sekarang milik band Anima berjudul Bintang. Lagu ini pernah aku nobatkan sebagai lagu kebangsaan yang artinya lagu favorit ku. Tapi,sayangnya aku lupa kapan terakhir kali aku mendengarnya. Mungkin 5 atau 6 tahun yang lalu.
Biarkanku menggapaimu, memelukmu
Memanjakanmu
Tidurlah kau di pelukku, di pelukku
Di pelukku
Ku besarkan volume tape radio mobilku. Sambil bersenandung sendiri, aku ikuti suara sang vokalis walaupun sedikit kacau karna aku yang lupa lirik lagu nya. Tanpa ku sadari satu senyuman tersungging di bibir, seolah olah sedang menertawai diriku sendiri. Karna lagu ini membuat ingatanku berputar seperti mesin waktu yang membawaku kembali ke masa SMP. Masa dimana band Ungu, Radja dan Peterpan bersaing di atas daun. Masa dimana tukar menukar kertas bermotif gambar gambar lucu di gandrungi remaja putri. Masa dimana handphone nokia 6600 merajalela. Lagi lagi aku tersenyum sendiri mengingatnya.
Yang aku ingat karna lagu ini lah aku jatuh hati padanya. Jatuh hati pada masa itu mungkin beda dengan masa sekarang. Dulu aku belum mengerti sakit nya cinta tanpa balas atau arti dari cinta bertepuk sebelah tangan. Yang aku tau , aku merasa senang ketika dia datang ke sekolah dan aku akan seharian murung jika dia tidak masuk sekolah. Sesederhana itu.
Biar kutunda segala hasratku
'Tuk miliki dirimu
Karna semua t'lah tersiratkan
Dirimu 'kan milikku
Suara klackson kendaraan di depan, samping dan belakang tak lagi ku hiraukan. Lagu ini benar benar membuatku ber nostalgia. Cinta cintaan pada masa SMP lebih menyenangkan dibanding masa sekarang. Aku jadi rindu masa itu, aku juga rindu dia. Dia yang duduk di bangku urutan belakang sudut kelasku . Dia yang sering menyanyikan lagi ini bersama gitar tunggalnya. Dia yang sering aku lirik diam diam dan dia yang selalu saja aku ceritakan di setiap lembar buku diary ku. Apa kabar dia sekarang? Apakah dia masih mengenalku bila nanti tidak sengaja bertemu atau berpapasan di jalan? Entahlah. Karna kurang lebih sudah 8 tahun sejak aku dan dia lulus SMP , sejak itu juga kami tidak bertemu. Sudah sangat lama sekali sampai aku lupa kenapa aku dulu bisa begitu suka dengannya.
Biarkanku menggapaimu, memelukmu
Memanjakanmu
Tidurlah kau di pelukku, di pelukku
Di peluk
Tiba tiba suara handphone menyadarkan ku karna berdering menandakan satu pesan masuk. Ku buka dengan menggunakan tangan kiri. Ternyata pesan dari tunanganku yang isi nya mengingatku untuk tidak lupa makan dan istirahat. Akhir akhir ini aku memang terlalu sibuk sampai pernah jatuh sakit karna lupa makan. Mungkin lelah karna pekerjaan dan sibuknya aku menyiapkan pernikahan lah penyebab aku lupa waktu. Aku tersenyum membaca pesan dari nya dan seketika merasa beruntung karna sebentar lagi aku akan di persunting oleh pria yang aku cintai dan mencintaiku.
Hingga kau mimpikan aku
Mimpikan kita
Mimpikan kita
Jangan pernah kau terjaga
Dari tidurmu di pelukanku
Di pelukanku..
Di akhir lagu , aku hanya bisa berdoa agar dia baik baik saja. Dia yang pernah menjadi cinta monyet ku pada masa SMP. Dia yang sampai sekarang tidak tahu bahwa aku pernah menaruh hati pada nya. Harapanku semoga dia bahagia. Seperti aku yang sekarang sangat bahagia.
Komentar
Posting Komentar