Langsung ke konten utama

#AprilNulis NBC Palembang. (Tema : LAGU)

Kan kuabaikan s'gala hasratku
Agar kau pun tenang dengannya

Ku pertaruhkan semua ragaku
Demi dirimu bintang


Sejak 15 menit yang lalu aku berada di tengah macetnya jalan ibukota, di temani obrolan dua penyiar radio dan putaran putaran playlist lagu sebagai senjata mereka untuk menghibur manusia manusia seperti ku yang sedang terjebak macet. Lagu yang sedang di putar sekarang milik band Anima berjudul Bintang. Lagu ini pernah aku nobatkan sebagai lagu kebangsaan yang artinya lagu favorit ku. Tapi,sayangnya aku lupa kapan terakhir kali aku mendengarnya. Mungkin 5 atau 6 tahun yang lalu.

Biarkanku menggapaimu, memelukmu
Memanjakanmu

Tidurlah kau di pelukku, di pelukku
Di pelukku


Ku besarkan volume tape radio mobilku. Sambil bersenandung sendiri, aku ikuti suara sang vokalis walaupun sedikit kacau karna aku yang lupa lirik lagu nya. Tanpa ku sadari satu senyuman tersungging di bibir, seolah olah sedang menertawai diriku sendiri. Karna lagu ini membuat ingatanku berputar seperti mesin waktu yang membawaku kembali ke masa SMP. Masa dimana band Ungu, Radja dan Peterpan bersaing di atas daun. Masa dimana tukar menukar kertas bermotif gambar gambar lucu di gandrungi remaja putri. Masa dimana handphone nokia 6600 merajalela. Lagi lagi aku tersenyum sendiri mengingatnya.


Yang aku ingat karna lagu ini lah aku jatuh hati padanya. Jatuh hati pada masa itu mungkin  beda dengan masa sekarang. Dulu aku belum mengerti sakit nya cinta tanpa balas atau arti dari cinta bertepuk sebelah tangan. Yang aku tau , aku merasa senang ketika dia datang ke sekolah dan aku akan seharian murung jika dia tidak masuk sekolah. Sesederhana itu.


Biar kutunda segala hasratku
'Tuk miliki dirimu

Karna semua t'lah tersiratkan
Dirimu 'kan milikku

Suara klackson kendaraan di depan, samping dan belakang tak lagi ku hiraukan. Lagu ini benar benar membuatku ber nostalgia. Cinta cintaan pada masa SMP lebih menyenangkan dibanding masa sekarang. Aku jadi rindu masa itu, aku juga rindu dia. Dia yang duduk di bangku urutan belakang sudut kelasku . Dia yang sering menyanyikan lagi ini bersama gitar tunggalnya. Dia yang sering aku lirik diam diam dan dia yang selalu saja aku ceritakan di setiap lembar buku diary ku. Apa kabar dia sekarang? Apakah dia masih mengenalku bila nanti tidak sengaja bertemu atau berpapasan di jalan? Entahlah. Karna kurang lebih sudah 8 tahun sejak aku dan dia lulus SMP , sejak itu juga kami tidak bertemu. Sudah sangat lama sekali sampai aku lupa kenapa aku dulu bisa begitu suka dengannya.

Biarkanku menggapaimu, memelukmu
Memanjakanmu

Tidurlah kau di pelukku, di pelukku
Di peluk

Tiba tiba suara handphone menyadarkan ku karna berdering menandakan satu pesan masuk. Ku buka dengan menggunakan tangan kiri. Ternyata pesan dari tunanganku yang isi nya mengingatku untuk tidak lupa makan dan istirahat. Akhir akhir ini aku memang  terlalu sibuk sampai pernah jatuh sakit karna lupa makan. Mungkin lelah karna pekerjaan dan sibuknya aku menyiapkan pernikahan lah penyebab aku lupa waktu. Aku tersenyum membaca pesan dari nya dan seketika merasa beruntung karna sebentar lagi aku akan di persunting oleh pria yang aku cintai dan mencintaiku.

Hingga kau mimpikan aku
Mimpikan kita
Mimpikan kita

Jangan pernah kau terjaga
Dari tidurmu di pelukanku
Di pelukanku..

Di akhir lagu , aku hanya bisa  berdoa agar dia baik baik saja. Dia yang pernah menjadi cinta monyet ku pada masa SMP. Dia yang sampai sekarang tidak tahu bahwa aku pernah menaruh hati pada nya. Harapanku semoga dia  bahagia. Seperti aku yang sekarang sangat bahagia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku harus apa?

Apa yang harus aku lakukan ? Sungguh kadang aku berharap suatu hari atau mungkin sekarang tiba-tiba kau mengucapkan salam perpisahan atau kalimat seperti “bahagialah tanpa aku”. Maka mungkin aku akan sangat lega. Sungguh aku lebih berharap hal seperti ini yang kau lakukan. Tak perlu dipikirkan bagaimana rasa sakitnya, aku sudah sangat mahir menghadapinya. Tapi, entah kenapa kalimat seperti itu tidak pernah terlontar dari mulutmu. Cukup bilang “pergilah” , “jangan pernah berharap bs hidup denganku” atau “aku sama sekali tidak menyayangimu”. Ku rasa itu hal yang tidak sulit untuk dilakukan oleh lelaki sepertimu bukan? Kejam lah kepadaku tanpa perlu ragu. Justru itu yang lebih aku butuhkan dibanding bertahan seperti ini tanpa satu alasan yang jelas. Kenapa? Apa karna kasihan? tidak tega ?  Aku tidak butuh rasa kasihan, tidak perlu begitu. Justru rasa kasihan itu mengubahmu menjadi harus pura - pura peduli. Padahal sejatinya tak ada sedikit pun rasa pedulimu ke...

Resolusi 2016 ?

Hello 2016 ! Finally, tahun berganti lagi. Punya resolusi apa untuk tahun ini? Pasti semua orang punya banyak resolusi. How about me ? I don't have resolution for this year . Why ????? Because, life is life. Hidup adalah hidup. Tanpa resolusi pun hidup akan terus berjalan, waktu terus berputar dan tahun akan berganti lagi. Jalani apa yang ada. Hadapi semua yang akan terjadi. Target ? Keinginan ? Cukup di simpan di hati dan pikiran. Jangan di jadikan beban. Karna tidak semua rencana kita akan sama dengan rencana Tuhan. Cukup jalani hidup yang ada, dan tetap melakukan yang terbaik. Percayalah. Jika kita terus berusaha melakukan yang terbaik, hadiah terindah akan kita dapat tanpa terduga. Reward dari Tuhan itu lebih indah dari apapun. So, mulai sekarang aku akan berusaha lebih keras agar mimpi tak hanya menjadi mimpi. Life must go on !!!

Tanda Tanya ?

Dingin. Sesak. Sepi. Tak bersuara. Ku buka perlahan kedua mataku. Tubuhku terasa dingin. Tapi dahi ku berpeluh. Nafasku tersengal sengal. Aku memutar ingatanku. Mencoba berpikir apa yang terjadi. Oh. Ternyata untuk kesekian kalinya kau masuk ke alam bawah sadarku. Tiga hari terakhir ini bayanganmu yang tanpa permisi, mengusik tidurku. Yang kuingat satu tahun terakhir ini aku tak pernah memikirkanmu apalagi merindukanmu. Entahlah , dulu aku bersikeras untuk melupakanmu. Semua usaha aku lakukan, tapi hasilnya nihil. Dan sekarang, seiring berjalannya waktu sedikit pun tak ada rasa rindu. Mungkin semenjak rasa ikhlas dan kecewa telah menjadi satu, maka dari itu hati dan otakku pun berkerjasama untuk tak mengingatmu lagi. Sekarang, aku bingung. Apa arti dari mimpiku? Kenapa selalu ada kamu didalamnya? Kenapa kamu datang? Hanya satu yang terbesit dipikiranku 'apa kamu sedang dalam keadaan tidak baik? ' . Inginku menyapamu sekedar memastikan. Tapi kuurungkan...