Langsung ke konten utama

#AprilNulis - Perempuan Berkualitas ?

Sore ini cuaca mendung dan dingin seperti biasa. Matahari tampak nyaman bersembunyi di balik awan gelap. Hujan juga masih malu malu untuk turun, se cangkir teh hangat yang aku bawa mulai mendingin. 
Suasana seperti ini, selalu saja jadi suasana favorit ku. 

Tiba tiba saja  aku teringat perkataan seorang sahabat yang pernah berkata padaku bahwa "jadilah perempuan yang berkualitas, maka kamu akan mendapatkan pasangan yang juga berkualitas".

Berkualitas ? Sebenarnya seperti apa perempuan yang berkualitas itu? Apa perempuan yang sudah bisa punya penghasilan sendiri bisa di sebut berkualitas? Atau perempuan yang diam di rumah, tidak pernah keluar malam, keluar rumah hanya bersama teman teman perempuan nya? Atau berkualitas itu perempuan yang rajin mengikuti seminar, pelatihan, pengajian ? Atau perempuan yang masih sibuk di bangku kuliah mengejar semua gelar ? Aaah.. Entahlah. 

Berjuta pertanyaan berputar di kepalaku. Dari dulu aku tak mengerti seperti apa perempuan berkualitas itu? Batasan apa yang harus di capai , sehingga diri ini pantas disebut berkualitas?

Sore ini bersama se cangkir teh hangat yang menjadi saksi , satu pertanyaan tak terjawab tentang kualitas diri seorang perempuan :)

#AprilNulis - Perempuan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resolusi 2016 ?

Hello 2016 ! Finally, tahun berganti lagi. Punya resolusi apa untuk tahun ini? Pasti semua orang punya banyak resolusi. How about me ? I don't have resolution for this year . Why ????? Because, life is life. Hidup adalah hidup. Tanpa resolusi pun hidup akan terus berjalan, waktu terus berputar dan tahun akan berganti lagi. Jalani apa yang ada. Hadapi semua yang akan terjadi. Target ? Keinginan ? Cukup di simpan di hati dan pikiran. Jangan di jadikan beban. Karna tidak semua rencana kita akan sama dengan rencana Tuhan. Cukup jalani hidup yang ada, dan tetap melakukan yang terbaik. Percayalah. Jika kita terus berusaha melakukan yang terbaik, hadiah terindah akan kita dapat tanpa terduga. Reward dari Tuhan itu lebih indah dari apapun. So, mulai sekarang aku akan berusaha lebih keras agar mimpi tak hanya menjadi mimpi. Life must go on !!!

Tumpukan Surat #AprilNulis @NBCPalembang

Sore itu hujan turun begitu merdu, bernada indah, tanpa gemuruh petir. Suara rintiknya yang menyentuh atap rumah terasa nyaman di telinga. Seperti biasa , sore itu sepulang beraktivitas di kantor aku menghabiskan waktu di kamarku. Jika sedang tidak ada tugas kantor aku hanya menonton drama korea, membaca tumpukan novel, menscroll timeline twitter dan menulis surat. "Kamu nulis surat? Untuk apa dan untuk siapa?" "Menulis surat di jaman sekarang, menurutku itu hal yang langka" "Atau menulis surat salah satu hobi mu selain membaca novel dan menonton drama?" "Kamu ini ada ada saja seperti kurang kerjaan" Ya begitulah komentar dari beberapa temanku yang mengetahui aktivitas rutinku itu. Menulis surat. Memang terdengar aneh, unik, atau langka? Entahlah, aku tidak terlalu peduli. Karna aktivitas menulis surat ini sudah aku lakukan semenjak duduk di bangku Kuliah, tepatnya saat aku semester 4 atau lebih tepat lagi saat aku genap berusia 20 tahun....

Awal ketulusan #Awal #NBCPalembang

Pagi ini kuamati setiap lekuk wajahmu. Matamu yang sendu membentuk lingkaran hitam. Kau tampak lelah sekali. Tidurmu yang seakan tak sadarkan diri Membuatku sadar bahwa perjuanganmu untukku tidak main main. Kau adalah laki laki yang sempat aku ragukan. Laki laki yang bahkan tak pernah ku sebut dalam doaku. Laki laki yang tak pernah melintas didalam pikiranku. Laki laki yang hampir kucaci maki. Basah pipiku pagi ini. Perih sekali mataku sampai ke hati. Betapa jahatnya aku ini. Entah hal apa yang membutakanku. Sehingga dulu aku tak pernah bisa melihat ketulusanmu. Tuhan yang begitu baik. Tuhan yang tak pernah membuatmu menyerah. Tuhan yang membuatmu begitu kuat. Tuhan pula yang membuatmu berhasil membawa wanita bodoh ini ke gerbang pernikahan. Sungguh ingin kutebus semua salahku padamu. Sungguh ingin kubayar semua perlakuan burukku dulu. Sungguh aku menyesalinya, sayangku. Terimakasih suamiku. Terimakasih untuk semua bentuk kesabaranmu. Terimakasih untuk sem...