Langsung ke konten utama

Hadiah Papa . #AprilMenulis NBC Palembang


#AprilMenulis - Hadiah



Sudah tiga tahun ini aku tidak pernah menerima hadiah semenjak perginya Papa ke surga. 
Sejak kecil Papa selalu saja memanjakanku dengan hadiah hadiah kecil yang ia bawa sepulang kerja. Entah itu hadiah ulang tahun , hadiah kenaikan kelas, atau bahkan hadiah karna aku berhasil berpuasa di bulan Ramadhan. 
Hadiah yang ku dapat juga bukan hadiah mewah. Bukan barang mahal atau ber merek. Kadang hanya sebuah sticker kartun lucu favorit ku. Atau hanya es krim kesukaanku. Tapi papa selalu punya cara untuk membuatku merasa senang dengan hadiah hadiah kecil pemberiannya.
Malam ini, aku teringat bahwa dulu kami pernah saling berjanji.  Aku berjanji akan lulus kuliah di waktu yang tepat dengan nilai yang sangat memuaskan adalah hadiah terbaik yang akan aku berikan ke papa saat papa datang ke wisuda ku. Dan papa juga berjanji, bahwa papa akan jadi pria tertampan yang akan menemani aku saat naik ke pelataran megah di hari pernikahanku.
Aku tersenyum getir mengingat nya. Mengingat kedua janji itu. Janji yang tidak bisa di wujudkan. Karna beberapa bulan sebelum aku di wisuda, Allah memanggil Papa lebih dulu. 
Satu hadiah yang aku rindukan dari semua hadiah yang pernah ia berikan yaitu senyuman terbaiknya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resolusi 2016 ?

Hello 2016 ! Finally, tahun berganti lagi. Punya resolusi apa untuk tahun ini? Pasti semua orang punya banyak resolusi. How about me ? I don't have resolution for this year . Why ????? Because, life is life. Hidup adalah hidup. Tanpa resolusi pun hidup akan terus berjalan, waktu terus berputar dan tahun akan berganti lagi. Jalani apa yang ada. Hadapi semua yang akan terjadi. Target ? Keinginan ? Cukup di simpan di hati dan pikiran. Jangan di jadikan beban. Karna tidak semua rencana kita akan sama dengan rencana Tuhan. Cukup jalani hidup yang ada, dan tetap melakukan yang terbaik. Percayalah. Jika kita terus berusaha melakukan yang terbaik, hadiah terindah akan kita dapat tanpa terduga. Reward dari Tuhan itu lebih indah dari apapun. So, mulai sekarang aku akan berusaha lebih keras agar mimpi tak hanya menjadi mimpi. Life must go on !!!

Tumpukan Surat #AprilNulis @NBCPalembang

Sore itu hujan turun begitu merdu, bernada indah, tanpa gemuruh petir. Suara rintiknya yang menyentuh atap rumah terasa nyaman di telinga. Seperti biasa , sore itu sepulang beraktivitas di kantor aku menghabiskan waktu di kamarku. Jika sedang tidak ada tugas kantor aku hanya menonton drama korea, membaca tumpukan novel, menscroll timeline twitter dan menulis surat. "Kamu nulis surat? Untuk apa dan untuk siapa?" "Menulis surat di jaman sekarang, menurutku itu hal yang langka" "Atau menulis surat salah satu hobi mu selain membaca novel dan menonton drama?" "Kamu ini ada ada saja seperti kurang kerjaan" Ya begitulah komentar dari beberapa temanku yang mengetahui aktivitas rutinku itu. Menulis surat. Memang terdengar aneh, unik, atau langka? Entahlah, aku tidak terlalu peduli. Karna aktivitas menulis surat ini sudah aku lakukan semenjak duduk di bangku Kuliah, tepatnya saat aku semester 4 atau lebih tepat lagi saat aku genap berusia 20 tahun....

Awal ketulusan #Awal #NBCPalembang

Pagi ini kuamati setiap lekuk wajahmu. Matamu yang sendu membentuk lingkaran hitam. Kau tampak lelah sekali. Tidurmu yang seakan tak sadarkan diri Membuatku sadar bahwa perjuanganmu untukku tidak main main. Kau adalah laki laki yang sempat aku ragukan. Laki laki yang bahkan tak pernah ku sebut dalam doaku. Laki laki yang tak pernah melintas didalam pikiranku. Laki laki yang hampir kucaci maki. Basah pipiku pagi ini. Perih sekali mataku sampai ke hati. Betapa jahatnya aku ini. Entah hal apa yang membutakanku. Sehingga dulu aku tak pernah bisa melihat ketulusanmu. Tuhan yang begitu baik. Tuhan yang tak pernah membuatmu menyerah. Tuhan yang membuatmu begitu kuat. Tuhan pula yang membuatmu berhasil membawa wanita bodoh ini ke gerbang pernikahan. Sungguh ingin kutebus semua salahku padamu. Sungguh ingin kubayar semua perlakuan burukku dulu. Sungguh aku menyesalinya, sayangku. Terimakasih suamiku. Terimakasih untuk semua bentuk kesabaranmu. Terimakasih untuk sem...