Tentang aku, kamu, dia, dan mereka.
Selepas kepulanganku dari kota dimana aku menempuh pendidikan (kuliah), aku kembali ke kota kelahiranku. Senang bisa berkumpul kembali bersama keluarga dan sahabat lama. Sedih karna harus berpisah dengan sahabat” yang sdh menemani selama 3 tahun terakhir di bangku kuliah.
Aku sendiri tidak pernah terpikir apalagi membayangkan bisa mengenal dan masuk ke kehidupanmu.
Sore itu kita berkenalan , kita bertemu dalam 1 komunitas bola. Aku tidak menyangka karna kita pernah 1 sekolah. Aku bahkan tidak mengenalmu Hahaha.
Kamu yang cuek, pendiam, dingin, dan mungkin terkesan sombong ternyata bisa menjadi sahabat dekatku.
Tak perlu aku ceritakan bagaimana akhirnya kita bisa bersahabat. Baru baru ini aku pernah membahasnya melalui voice note yang aku kirim ke kamu kan? Ah mungkin lupa , karna sudah kau hapus.
Melalui tulisan ini , aku akan membahas hal yang belum pernah aku bahas atau ceritakan kepadamu.
Tentang kamu di mataku. Tentang kamu di pikiranku.
Kamu.. bukan satu satunya sahabat pria yang ada di hidupku. Sebelum aku mengenalmu, aku juga memiliki seorang sahabat lakilaki yang kebetulan 1 kota denganku ketika kuliah kemarin.
Sedikit aku bercerita tentangnya. Dia baik, dia lucu, dan dia selalu ada.
Dia pernah meminjamkan motornya untuku selama 2 bulan karna motorku rusak, dan saat itu dia rela ke kampus dengan bis kota. Dia juga selalu ada ketika aku lapar di tengah malam. Dia selalu membully ku dan aku pun begitu hahaha. Kami selalu ada ketika salah satu dr kami ber ulang tahun. Kami pernah saling mendiamkan walaupun paling lama hanya tahan 1 minggu. Hahaha Dia pernah memiliki beberapa pacar. Tapi hebatnya dia selalu mengutamakan aku. Bayangkan saja, yang aku tau dia pernah putus dengan pacarnya karna pacarnya cemburu kepadaku. Bukan 1 kali, melainkan 2 kali hal ini terjadi (di waktu yang berbeda tentunya). Padahal salah 1 dari pacarnya itu, aku yang mencomblangkannya. Dan setelah cukup lama akhirnya putus. Aku jadi tidak enak karna hal itu terjadi. Tapi dia selalu memiliki alasan “Pacar bisa dicari, tapi sahabat tidak”. Aku hanya bisa menghela nafas, karna aku sendiri belum tentu bisa begitu. Dia sering merasa marah dan iri ketika aku memiliki teman2 baru yang tidak ia sukai (teman2 cowok komunitas). Tapi dia tidak pernah pergi, dia hanya marah melalui mulut.
Sampai sekarang kita masih bersahabat, tp tidak sedekat dulu. Aku dan dia memberi jarak masing2. Mungkin karna pekerjaan dan juga karna aku memberinya waktu untuk benar2 mendapatkan pasangan hidup tanpa ada kehadiranku disekitarnya.
Mungkin kamu mengira aku atau dia memiliki perasaan yang lebih dari sahabat? Aku jawab “tidak”. karna dari awal kami kenal , kami telah memutuskan untuk berkomitmen bahwa akan tetap menjadi sahabat selamanya. Dia pernah bilang “untuk apa jadi pacar? kalo nanti putus, pasti saling ninggalin. Kalo sahabat walaupun bertengkar hebat pasti gak saling pergi. Dan pacar belum tentu tau banyak tentang diri masing2, tapi sahabat? tau banyak.”
Yap. karna komitmen itu di pegang erat kami pun bersahabat. Tapi udah 4 tahun lalu juga kami berjarak, bahkan sempat lost contact..
Itu ceritaku tentang sahabatku. Aku belum pernah menceritakannya bukan?
Mau tau kenapa aku tidak menceritakannya? Karna aku takut kamu akan mengira aku membanding - bandingkan dirimu dengan dirinya. Aku berkaca pada diriku sendiri tentunya, bahwa aku akan sedikit iri,cemburu atau kesal ketika aku tau bahwa kamu juga pernah memiliki sahabat perempuan yang dekat denganmu selain aku. Hahaha aneh memang.
Kembali bercerita tentangmu, bahwa kamu lah satu satunya teman pria yang aku bawa masuk ke kehidupanku, ke keluargaku. Dan kamu juga satu satu nya teman pria yang membawa aku masuk ke keluargamu. Sedekat apapun aku berteman, bersahabat atau bahkan pacaran, tapi tidak pernah seperti yang aku dan kamu jalin. Tidak pernah dekat dengan keluarga. Tidak pernah sehebat ini.
Kamu yang pertama. Tidak apa apa jika sekarang kamu sedikit tersenyum bangga. Aku izinkan karna memang benar.
Dari awal kita dekat, aku tau bahwa saat kamu masuk ke kehidupanku kamu sudah menyiapkan dinding tinggi supaya tidak melewati batas yang kamu bangun sendiri. Dan aku tetap baik baik saja dengan itu. Kamu hanya ingin berteman denganku dan aku terlalu memberi tempat yang paling nyaman untukmu , sehingga kamu dengan leluasa menceritakan semua hal tentangmu dan semua hal yang terjadi di kehidupanmu. Entah itu hal yang pantas untuk diceritakan atau tidak, tapi dengan nyamannya mulut mu tak berhenti berbicara dari waktu ke waktu. Sedangkan aku? Aku menikmatinya. Memang sudah jadi hobi ku mendengar cerita siapapun yang ingin bercerita.Mungkin karna aku pandai menjaga , kata teman-temanku.
Jujur, aku pernah berharap lebih tentang hubungan kita beberapa tahun lalu. Karna aku sering mensalah artikan bentuk peduli/perhatianmu. Karna mungkin, apa yang kamu lakukan tidak aku temukan pada sahabatku yang aku ceritakan tadi. Jadi hal tersebut membuat aku salah tafsir. Maaf jika sekarang kamu merasa tidak enak, karna memang perempuan punya sifat perasa yang lebih tinggi dibandingkan laki laki.
Lagi lagi aku tidak sadar bahwa aku sedang di bohongi dengan fakta kamu sudah punya kekasih. Aku berpikir keras saat itu, jika memang niatmu bersahabat denganku kenapa dari awal tidak kau ceritakan tentang ini. Padahal hampir tiap malam kita bertemu dan membahas banyak hal, tapi tidak yang ini.
Harapanku runtuh hanya dengan satu sentuhan kecil saat tahu dia sudah bertahun tahun lebih menemani hidupmu.
Tapi, itulah sahabat. Sekecewa apapun , aku tidak pernah meninggalkanmu. Apalagi dengan keadaan aku sudah di kenal dan mengenal baik keluargamu. Sampai pada akhirnya, aku benar benar memposisikan diri dan hati menjadi sebenar - benarnya sahabat. Dan ini berjalan mulus bertahun tahun. Yang aku pikirkan hanya, cukup terus ada saat kamu merasa sedih atau bahagia. Itu saja.
Maaf jika dulu pernah menjaga jarak. Bukan karna ingin menjauh, tapi ada hati yang harus di jaga. Kamu pun tau itu.
Tidak. Kamu tidak salah. Aku begitu karna aku perempuan dan dia juga perempuan.
Tapi percayalah, aku tidak benar benar pergi. Aku ada, tapi tidak terlihat.
Sampai pada akhirnya, tiada yang tahu rencana Allah. Kalian saling meninggalkan, mungkin lebih tepatnya dia yang meninggalkanmu. Dan aku tau kondisi hati dan dirimu saat itu. Hancur.
Jujur, aku pun sakit. Sakit melihatmu sakit, sah sah saja kan? Sahabat boleh begitu kan?
Jika diberi kesempatan aku ingin menggenggam tanganmu dan memberikan semua energi yang aku punya . Dari luar, kamu memang sering tampak baik baik saja, tapi sebenarnya didalam ada yang berantakan.
Dan aku hanya bisa pura pura tersenyum melihat kondisimu
Sebenarnya aku ingin memberi nasehat, jadikan pelajaran kejadian ini. Berhentilah menyianyiakan rasa sayang seorang perempuan kepadamu. Jangan menunda nunda hal yang sebenarnya harus dan bisa kita lakukan. Jangan merasa lebih di cintai sehingga berlaku seenaknya. Jangan pula menjadi pengecut hanya karna mementingkan gengsi. Setiap manusia memang siap menunggu, tapi manusia juga punya batas lelah dan berhenti.
Aku tidak sedang menyalahkanmu atau menyalahkannya. Aku hanya berbicara layaknya seorang sahabat. Semua memang kembali ke rencana dan takdir Sang Pencipta. Semua yang terjadi itu yang terbaik. Jadikan pelajaran agar tidak terulang untuk kedua kalinya.
Karna perempuan yang baik dan tulus tidak mudah ditemukan seperti kamu menemukan perempuan cantik.
Kembali lagi tentang kita. Beberapa bulan terakhir ini, aku dan kamu kembali dekat. Awalnya kita bercerita dan ngobrol tentang apapun seperti biasa. Sesekali bertemu.
Awalnya semua tampak biasa. Dan aku menjadi berubah menyikapi satu hal ketika aku tau kamu bermain dan menjalin hubungan dengan seorang perempuan yang sekarang menjadi kekasihmu.
Aku sempat bilang kepadamu untuk berhenti. Dan kamu pun mengiyakannya.
Semakin lama aku semakin sering marah karna tau bahwa faktanya lagi lagi tidak ada kejujuran.
Aku pikir kamu sudah tidak lagi menjadi laki laki yang memacari perempuan hanya dari parasnya atau dari rasa kasmaran seperti anak SMA.
Aku marah berkali-kali. Awal aku marah karna merasa dibohongi berkali kali.
Sampai akhirnya aku benar benar cemburu. Saat tau dia lebih pandai menarik perhatian dan pedulimu. Kamu tega mengecewakanku hanya karna dia. Dia yang mungkin kamu anggap bisa memberi kenyamanan dalam bentuk apapun di banding aku.
Aku cemburu saat tau fakta kamu tidak bisa memilih salah satu diantara kami berdua. Ternyata hubungan dan kedekatan yang lebih lama tidak bisa menjadi jaminan untuk lebih di utamakan. Aku baru tau.
Lagi lagi aku marah kepada diriku sendiri kenapa bersikap seperti ini.
Berkali kali kamu beri penjelasan tentang alasan kamu menjalin hubungan dengannya, yang sampai saat ini jujur tidak bisa aku terima alasan itu.
Berkali kali juga kamu meminta kepadaku untuk bisa berteman baik dengannya dan maaf aku tidak bisa mengabulkannya.
Sebelumnya aku ingin bertanya kepadamu.
Jika niat mu memang ingin merubahnya , misalkan dirinya itu aku. Aku wanita yang sepertinya, sama persis seperti dirinya. Apa mungkin kamu akan melakukan hal yang sama kepadaku seperti yang kamu lakukan kepadanya sekarang?
Kamu mengakrabkan diri ke keluargaku, kita pacaran, kamu mengantar dan men jemputku, memberi apapun yang aku minta, marah ketika ada orang yg tidak menyukaiku, memilih meninggalkan sahabatmu demi aku, merasa takut jika aku marah, menuruti semua kemauanku.
Apa akan seperti itu jika itu aku?
Aku rasa jawabannya 'tidak'. Dan sudah bisa dipastikan bukan alasan itu kamu menjalin hubungan dengannya sekarang.
Tidak. Aku tidak marah. Aku menerima dan menghargai semua penjelasanmu kepadaku. Apapun itu.
Untuk masalah kejujuran, aku tidak ingin mempermasalahkannya lagi. Karna setiap orang punya hak untuk jujur dan berbohong , entah itu kepada orang lain atau kepada diri sendiri.
Untuk masalah perasaan, juga menjadi hak masing-masing.
Kamu boleh bilang padaku bahwa kamu tidak memiliki perasaan apapun apalagi termakan oleh cintanya, tapi aku tidak benar benar tahu dan tidak ada yang tahu hal itu melainkan dirimu sendiri.
Sekarang, aku akan memposisikan diri seperti aku yang dulu. Aku yang pernah menjaga jarak denganmu. Maafkan aku jika beberapa waktu terakhir sering membuatmu merasa serba salah.
Mulai sekarang aku juga akan berhenti mencari tahu, bertanya atau bahkan membahasnya.
Karna, satu jawaban sudah aku dapatkan.
Aku pernah bertanya, jika disuruh memilih antara dia atau aku. Kamu akan memilih siapa? Dan jawabannya 'kamu memilih keduanya' , kamu bilang 'jika bisa memilih dua-duanya, kenapa harus salah satu?'.
Padahal kamu tahu, selamanya kamu tidak akan bisa mendapatkan keduanya. Karna berkali-kali aku bilang bahwa aku tidak bisa mengabulkan harapanmu itu. Apalagi ketika aku tau bahwa dia juga membenciku.
Maka, lebih baik tidak menjadi pilihan.
Faktanya sekarang, kita sudah benar benar jauh. Tak lagi kutemukan dirimu yang dulu sahabatku.
Mungkin aku saja yang menganggap cerita ini menjadi begitu berlebihan. Sedangkan kamu tidak.
Ya begitulah laki-laki, selalu menyepelekan rasa peduli dari seseorang. Dan kadang laki-laki juga terlalu sering menutup mata untuk membedakan 'sebenar-benarnya rasa peduli' itu seperti apa padahal ia tahu.
Aku bahagia karna sekarang kamu sudah memiliki pekerjaan dan rutinitas. Semoga hal tersebut tidak merubahmu menjadi orang yang jauh dari teman teman dan keluarga. Tak apa jauh dariku, karna mungkin faktor tuntutan dari dia yang tidak menyukaiku. Aku memaklumi itu meskipun kecewa.
Tapi, tetaplah jaga hubungan baik dengan mereka teman teman kita. Jangan saling berjauhan karna salah paham, dan kesibukan diri sendiri.
Mereka ada dan selalu siap menerima kita dalam keadaan apapun (senang,bahagia).
Satu pesanku kepadamu. Jangan pernah menceritakan semua hal buruk yang ada dan pernah terjadi di kehidupan masa lalumu kepada siapapun/orang lain. Karna tidak semua orang benar-benar bisa menerima dan menjaga cerita itu. Mereka mendengarkan karna hanya ingin tahu. Tidak ada yang bisa menjamin bahwa mereka selamanya akan menjaga cerita-cerita tersebut.
Sedangkan aku? tenang saja, aku masih sahabatmu yang dulu. Yang siap menerimamu dalam keadaan apapun, yang siap menampung dan menjaga semua cerita cerita sedih dan bahagiamu.
Boleh aku ungkap 1 hal lagi ?
Aku pernah bilang kepadamu bahwa aku memiliki begitu banyak harapan kepadamu. sangat banyak.
Dan aku tidak membenci atau pergi ketika tidak satupun harapanku kamu kabulkan.
Tapi, apa yang terjadi kepadamu? Ternyata kita berbanding terbalik. Ketika aku menyimpan banyak harapan kepadamu. Kamu hanya punya 1 harapan kepadaku. Ya, satu harapan.
Dan harapanmu lagi-lagi tentang dia. "Berbaik hatilah dengannya" katamu.
Aku merasa ingin menertawakan diri sendiri. Lebih dari 360 derajat harapan kita berbeda. Hahaha konyol. Malu rasanya. Berkali-kali aku memalukan diri sendiri di hadapanmu.
Dan sekarang , kenyataan yang harus aku terima bahwasannya 'kamu meninggalkan dan menjauhiku hanya karna aku tidak bisa mengabulkan harapanmu itu'.
Tau bagaimana rasanya ? Silahkan terjemahkan sendiri.
Seandainya harapanmu bisa aku terima dengan hati dan akal yang sehat. Pasti dengan susah payah, aku akan tetap mengabulkannya. Hanya saja, aku ingin melihat sebatas mana harga diriku di hadapanmu. Ternyata tidak berharga sama sekali. Menyedihkan,
Tulisan ini, tulisan terpanjang yang pernah aku tulis di blog pribadiku. Sebenarnya , dari dulu aku ingin menulis tentangmu, tentang kita. Tapi, aku tak mau ada yang salah paham jika ada yang membacanya. Malam ini aku menulisnya, agar nanti jika beberapa tahun lagi aku membacanya aku bisa mengingat cerita rumit ini sambil tertawa sendiri.
Jika kamu membaca tulisan ini, jangan ilfil , jangan tertawa dan jangan pula merasa bangga karna ada wanita bodoh yang peduli kepadamu.
Aku tidak melarangmu membacanya. Karna, ya beginilah aku. Perempuan yang sulit mengatakan apa yang ingin dikatakan secara langsung (verbal). Lebih nyaman melalui tulisan.
Karna tulisan bisa dibaca berulang kali, bahkan bisa disimpan bertahun tahun lamanya.
Terakhir.
Aku sudah menghapus semua harapanku padamu. Konyol rasanya jika hanya aku yang banyak menyimpan harapan sedangkan kamu tidak.
Sekarang, aku sudah tidak merasa kesal dan marah lagi. Hanya penasaran, kenapa dari hari terakhir kita bertemu (saat kamu dengannya). Sampai detik ini, baik aku maupun kamu tidak ada yang memulai mengajak ngobrol seperti biasa. Jika alasannya karna kamu ingin menjaga hatinya, baiklah akan aku bantu. Aku tidak akan menghubungimu dan bertanya perihal apapun lagi.
Jika alasannya, karna aku tidak bisa mengabulkan harapanmu itu. Maafkan aku, yang memilih egois kali ini.
Dan satu lagi. Jika kamu ingin 'menjaga' kekasihmu , dianggap menjadi sebaik-baiknya perempuan. Berhentilah memajang fotonya di media sosial yang (maaf) masih terlihat auratnya. Apa kamu rela, semua mata laki-laki (teman medsos) mu bisa leluasa melihat wajah kekasihmu. Mulai lah benar-benar menjaganya dari hal kecil seperti ini. Itu salah satu wujud mencintai yang paling sederhana.
Aku doakan, semoga kamu bisa menjadi sebaik-baiknya lelaki. Berusaha untuk menjadi lebih baik setiap harinya. Ubahlah dirimu sendiri, baru belajar merubah orang lain.
Dan dengan siapapun nanti kamu berjodoh semoga semua itu terjadi karna Allah , bukan karna yang lain.
Doakan juga aku, bisa menemukan dan ditemukan dengan laki-laki yang bisa mencintai dan menerimaku. Yang memiliki banyak harapan kepadaku. Yang menyebut namaku dalam setiap doanya.
Jika memang harus bersahabat. Semoga aku dan kamu tetap menjadi sahabat sampai surga.
Nb : Btw, kamu harus bangga menjadi laki-laki yang aku tulis di blog ku. Hahaha Jika kamu sudah membacanya, dan ada hal yang tidak kamu suka dari tulisan ini. Segera beritahu aku, dengan segera aku akan menghapusnya.
Pintu rumah akan selalu terbuka , jika ingin bercerita. Datang saja. Akan kusiapkan kopi favoritmu.
Jika boleh meminta, datanglah dengan cerita baru. Cerita masa depan . Bukan cerita masa lalu.
Nb : Btw, kamu harus bangga menjadi laki-laki yang aku tulis di blog ku. Hahaha Jika kamu sudah membacanya, dan ada hal yang tidak kamu suka dari tulisan ini. Segera beritahu aku, dengan segera aku akan menghapusnya.
Pintu rumah akan selalu terbuka , jika ingin bercerita. Datang saja. Akan kusiapkan kopi favoritmu.
Jika boleh meminta, datanglah dengan cerita baru. Cerita masa depan . Bukan cerita masa lalu.
Komentar
Posting Komentar