Dingin. Sesak. Sepi. Tak bersuara. Ku buka perlahan kedua mataku. Tubuhku terasa dingin. Tapi dahi ku berpeluh. Nafasku tersengal sengal. Aku memutar ingatanku. Mencoba berpikir apa yang terjadi. Oh. Ternyata untuk kesekian kalinya kau masuk ke alam bawah sadarku. Tiga hari terakhir ini bayanganmu yang tanpa permisi, mengusik tidurku. Yang kuingat satu tahun terakhir ini aku tak pernah memikirkanmu apalagi merindukanmu. Entahlah , dulu aku bersikeras untuk melupakanmu. Semua usaha aku lakukan, tapi hasilnya nihil. Dan sekarang, seiring berjalannya waktu sedikit pun tak ada rasa rindu. Mungkin semenjak rasa ikhlas dan kecewa telah menjadi satu, maka dari itu hati dan otakku pun berkerjasama untuk tak mengingatmu lagi. Sekarang, aku bingung. Apa arti dari mimpiku? Kenapa selalu ada kamu didalamnya? Kenapa kamu datang? Hanya satu yang terbesit dipikiranku 'apa kamu sedang dalam keadaan tidak baik? ' . Inginku menyapamu sekedar memastikan. Tapi kuurungkan...
Jam dinding kantor sudah menunjukan pukul 7 malam. Kantor sudah cukup sepi. Sepertinya hanya ada aku, beberapa staff dan cleaning service yang masih tinggal. Ini sudah 3 jam lebih melewati jadwal pulang kerja. Sebenarnya hari ini tidak ada tugas atau deadline yang harus kukerjakan. Hari ini aku hanya ingin tinggal di kantor lebih lama. Duduk di ruang kerjaku menghadap kaca jendela yang membentangkan suasana kota Jakarta dengan kilauan lampu - lampu yang berasal dari gedung - gedung tinggi atau dari kendaraan yang ‘menumpuk’ di ruas jalan , itu cukup indah untuk dilihat dari posisi ruang kerjaku tapi lain cerita kalo aku yang menjadi salah satu dari kendaraan yang ‘menumpuk’ di bawah sana. Hari ini aku lelah tapi aku tak ingin cepat pulang ke rumah. Ponselku saja tak ku aktifkan. Teman - teman kantor yang satu ruangan denganku sudah satu persatu pamit pulang. Ku sandarkan punggungku sambil kupejamkan mata. Mengingat apa yang terjadi kemarin mala...